Khofifah Pacu Desa Wisata Jadi Magnet Wisatawan Jatim

Desa Wisata Pujon Kidul, dua tahun sumbang  PAD ke Pemkab Malang Rp 2,5 miliar. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Desa Pujon Kidul, dua tahun sumbang PAD ke Pemkab Malang Rp 2,5 M. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sesekali, datanglah ke Desa Pujon Kidul. Ini potret desa wisata yang luar biasa! Bayangkan, hanya dalam dua tahun, mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemkab Malang Rp 2,5 miliar.

Lebih dari itu, Desa Pujon Kidul berhasil  menyerap 600 tenaga kerja — bahkan hingga 800 orang di akhir pekan — dengan pendapatan rata-rata Rp 1,5 juta hingga Rp 4 juta per bulan.

Nah, di antaranya berkaca dari keberhasilan Desa Pujon Kidul, Pemprov Jatim terus mendorong tumbuh dan kembang pariwisata berbasis perdesaan sekaligus mewujudkan program Desa Wisata Cerdas Maju Sejahtera (Dewi Cemara).

Hal itu ditekankan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam pembukaan Majapahit International Travel Fair (MITF) ke-20 di Grand City, Surabaya, Kamis (2/5/2019).

Lewat ajang MITF 2019 bertema Explore Tourism Village yang digelar hingga 5 Mei mendatang, sejumlah desa wisata unggulan di Jatim turut dipromosikan melalui stan-stan pameran.

“Kita berharap bahwa akan ada tambahan wisatawan asing, terutama yang akan masuk ke Jatim karena kita punya destinasi wisata luar biasa,” kata Khofifah.

“Tapi hari ini fokusnya kita ingin bagaimana membangun wisata berbasis perdesaan. Sangat banyak keindahan lokal, kearifan lokal yang belum tereksplor,” imbuhnya.

Apalagi saat ini adanya ruang yang begitu besar, desa bisa mengembangkan potensi yang ada melalui optimalisasi dana desa, maka Khofifah ingin agar kesempatan tersebut menjadi tonggak pendorong desa bisa berkembang.

Disparitas Kemiskinan

Khofifah di arena MITF ke-20 di Grand City Surabaya, Kamis (2/5/2019). | Foto: Barometerjatim.com/marjan ap
Khofifah di arena MITF ke-20 di Grand City Surabaya, Kamis (2/5/2019). | Foto: Barometerjatim.com/marjan ap

Otonomi pengelolaan dana desa yang besar, diharapkan Khofifah menjadi pemicu dan pemacu dari seluruh tumbuhnya potensi ekonomi, sosial dan budaya di perdesaan.

“Ini penting karena kebetulan di Jatim disparitas kemiskinan antara desa dan kota itu sangat lebar. Kemiskinan di kota 6,9 persen, sedangkan kemiskinan di perdesaan 15,2 persen,” katanya.

“Kalau ada basis ekonomi yang tumbuh di desa, maka akan ada menjadi alat untuk peningkatan percepatan kesejahteraan masyarakat di desa,” sambung pejabat yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu.

Khofifah pun mencontohkan success story Desa Pujon Kidul di Kabupaten Malang yang berhasil mengembangkan desanya menjadi desa wisata.

“Ketika desa wisata itu tumbuh dan didukung satu perluasan informasi dan promosi, maka akan jadi perluasan sentra ekonomi baru, yang tentunya membawa manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di sana,” paparnya.

Saat ini, kata Khofifah, terdapat 290 desa wisata di Jatim, mulai yang masih dalam embrio hingga sedang dikembangkan. Sedangkan yang sudah berhasil mendatangkan wisatawan sebanyak 26 desa wisata.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Pariwisata