Kiai Said: Jokowi Presiden 2019-2024, Khofifah Capres 2024-2034

KH Said Aqil Siroj, sebut Khofifah calon presiden di Pilpres 2024. | Foto: Barometerjatim.com/marijan ap

JAKARTA, Barometerjatim.com – Panggung Harlah ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK) yang dibanjiri 100 ribu lebih jamaah dari berbagai penjuru Tanah Air, Minggu (27/1), diwanai manuver politik KH Said Aqil Siroj terkait Pilpres 2019 dan 2024.

Saat didaulat memberikan taushiyah Maulidurrasul, ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menyapa Jokowi dengan sapaan presiden periode 2019-2024.

“Yang saya muliakan Bapak Presiden RI beserta Ibu Iriana Joko Widodo, presiden RI tahun 2019-2024,” kata Kiai Said yang disambut aplaus panjang warga Muslimat NU.

Tak hanya ‘mempromosikan’ Jokowi, Kiai Said juga ‘mendeklarasikan’ Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2024.

“Yang terhormat, Ketua Umum Muslimat NU, Gubernur Jawa Timur, Calon Presiden RI 2024-2034, Ibu Hj Khofifah Indar Parawasa,” katanya, lagi-lagi disambut apalus panjang hadirin.

Seolah belum cukup, Kiai Said juga menyisipkan pesan kepada warga Muslimat NU untuk memenangkan calon yang didukung NU pada Pilpres 2019, April mendatang dengan menyinggung Muslimat NU belum banyak berperan dalam politik.

Menurut Kiai Said, tiga peran sudah dijalankan Muslimat NU dengan baik. Pertama, peran agama. Kedua, peran akhlak, budaya dan peradaban. Ketiga, peran ekonomi, kesejahteraan, kesehatan, sosial dan kemasyarakat.

Namun ada satu peran yang belum dijalankan Muslimat NU yakni peran politik (syuhudan siyasiyan). “Maka tahun 2019 harus menang! Supaya NU berperan syuhudan siyasiyan,” katanya disambut gemuruh hadirin. “Alhamdulillah paham,” sambung Kiai Said.

Tak Surut karena Hujan

Warga Muslimat NU se-Indonesia peringati Harlah ke-73 di GBK. | Foto: Barometerjatim.com/marijan ap

Harlah ke-73 Muslimat NU berlangsung sangat meriah dan khidmat. Hujan deras pun tidak menyurutkan semangat warga Muslimat NU yang berada di lapangan untuk mengikuti acara hingga usai.

Mereka menggunakan payung atau jas hujan sambil bershalawat. Tak hanya para ibu, 999 penari sufi dari Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilil Muttaqin Magetan, Jatim, juga bertahan di tengah guyuran hujan yang cukup deras di GBK.

Hujan bahkan sudah mengguyur sejak Minggu dini hari saat peserta Harlah melakukan shalat tahajud berjamaah. Meski demikian, para jamaah tetap bertahan dan melanjutkannya dengan shalat subuh berjamaah.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Muslimat NU, Jokowi