Dihadiri Jokowi, Besok Muslimat NU Deklarasi Laskar Antihoax

Khofifah (kanan) bersama Yenny Wahid saat konferensi pers di GBK, Jumat (25/1). | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

JAKARTA, Barometerjatim.com – Minggu (27/1) pagi mulai pukul 07.00 WIB, 100 ribu lebih warga Muslimat NU dari berbagai daerah di Indonesia akan menggelar Deklarasi Laskar Antihoax dan Laskar Antiujaran Kebencian di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Deklarasi ini bagian dari peringatan Harlah ke-73 Muslimat NU yang dirangkai dengan Doa untuk Keselamatan Bangsa dan Maulidurrasul. Acara semakin istimewa karena akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hadir pula Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Mengapa Deklarasi Antihoax? Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, apa yang dilakukan Banom perempuan NU ini untuk membangun positive thinking di antara seluruh warga bangsa.

“Hindari negative thinking di antara warga bangsa,” kata Khofifah didampingi putri Gus Dur yang juga Ketua Panitia Harlah ke-73 Muslimat NU, Yenny Wahid saat konferensi pers di GBK, Jumat (25/1) sore.

Deklarasi ini mengingatkan peristiwa tiga tahun lalu, 26 Maret 2016. Sekitar 75 ribu warga Muslimat NU menggelar Deklarasi Laskar Antinarkoba pada puncak peringatan Harlah ke-70 Muslimat NU di Stadion Gajayana, Malang yang juga dihadiri Jokowi.

Sejak itu, pengurus Muslimat NU di berbagai tingkatan — mulai dari Pengurus Pusat (PP) hingga Pengurus Anak Ranting (PAR) — bahu-membahu bersama pemerintah dan elemen masyarakat lainnya dalam memerangi serta mencegah peredaran narkoba.

Khofifah menambahkan, lewat Deklarasi Laskar Antihoax, diharapkan para ibu nyai, ustadzah serta mubalighoh turut mengajak jamaahnya dan masyarakat sekitar untuk mencegah hoax dan tetap berpikir positif.

“Kita juga punya 59.600-an majelis taklim yang akan menjadi speaker kita bersama, menjaga masyarakat untuk khusnudzon (berpikir positif),” ucapnya.

“Kalau ada sesuatu yang mereka masih memperkirakan, maka tabayunlah, klarifkasilah, supaya tidak mudah men-sharing sesuatu yang belum mereka saring,” sambungnya.

Hoax Bahayakan Bangsa

Khofifah menegaskan, hoax maupun ujaran kebencian (hate speech) perlu dicegah secara sistemik dan kontinyu, karena sangat membahayakan bangsa. Bisa memecah belah bangsa, persatuan dan persaudaraan.

Mantan menteri sosial itu bahkan sudah koordinasi dengan Dirjen Kemenkominfo, agar dapat akses khusus karena setiap minggu Kemenkominfo mengeluarkan daftar berita-berita hoax.

“Sehingga ibu nyai, ustadzah dan mubalighoh di lingkungan Muslimat NU relatif update dan menjadi bagian yang ikut meluruskan,” katanya.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Muslimat NU