Ketua MKD DPR: Bambang Haryo Itu Reses, Harusnya Clear!

Ketua MKD DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Bambang Haryo memang reses dan bukan sosialisasi Caleg. | Foto: Ist
Ketua MKD DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Bambang Haryo memang reses dan bukan sosialisasi Caleg. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad berpedapat, Bambang Haryo (BH) tidak bisa serta merta diduga menyalahgunakan dana reses untuk kepentingan kampanyenya di Pileg 2019.

Apa yang dilakukan BH, menurut Dasco, memang sedang menjalani reses di Dapilnya. “Itu kan memang sedang reses. Ada kegiatan-kegiatan reses yang dilakukan di konstituen, dan ada kunjungan Dapil,” katanya di Surabaya, Jumat (12/4/2019) malam.

Lazimnya reses, menurut Dasco, wajar saja kalau BH memberikan uang transport. “Itu (reses) memang ada konsumsi atau transport untuk konstituen yang didatangi,” tandasnya.

Karena itu, menurut Dasco, Bawaslu Surabaya cukup melakukan klarifikasi dan tidak perlu melakukan langkah hukum lebih lanjut, misalnya sampai mengarah pada dugaan pelanggaran Pemilu.

“Setelah dilakukan klarifikasi oleh Bawaslu, hal itu harusnya clear,” tandas Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra yang juga Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tersebut.

Kalau sampai BH diduga melakukan pelanggaran Pemilu, maka tidak bisa ditangani Bawaslu tanpa mengikuti Undang-Undang (UU) MD3 karena posisi BH sebagai anggota DPR RI yang memiliki hak imunitas.

“Pemrosesan kan harus melalui prosedur, ada UU MD3. tapi kalau baru klarifikasi saja enggak apa-apa, gitu,” jelasnya.

Silaturahim, Bukan Sosialisasi

Sebelumnya, BH diadukan Panwascam Gubeng ke Bawaslu Surabaya atas dugaan money politics terkait penyelewengan dana reses untuk kepentingan kampanyenya di Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo).

Pihak Panwascam menyebut, BH ketahuan membagikan uang transport Rp 50 ribu untuk masing-masing peserta saat acara sosialisasi Caleg DPR RI di Jalan Juwingan 55, Kecamatan Gubeng, Kamis (4/4/2019) 

“Ketika ketua pelaksana kami tanyai, katanya ini reses. Padahal izin yang masuk ke kami (Panwascam Gubeng) sosialisasi Caleg,” kata Jonathan Prasetya Nafi, anggota Panwascam Gubeng.

BH sendiri membantah kalau itu disebut kampanye, karena murni reses sebagai anggota DPR RI. Apalagi dia mencantumkan nama acaranya silaturahim, bukan sosialisasi.

Kalau silaturahim, tandasnya, hal itu berkaitan dengan masa reses anggota DPR RI, dan dia selalu memanfaatkanya secara maksimal mulai awal sebagai wakil rakyat di Senayan.

Setiap kali reses, BH bahkan melakukannya di 35 sampai 47 titik. Jumlah tersebut, mungkin merupakan reses yang paling banyak dari semua anggota DPR RI.

“Saya akhirnya mendapatkan predikat sebagai DPR yang aspiratif terbaik 2019. Predikat itu tidak mudah, yang melakukan kajian Teropong Senayan,” tuturnya pada sejumlah media online.•

» Baca Berita Terkait Gerindra, Pemilu 2019, Bambang Haryo