Kematian dr Bagoes Seburam Penuntasan Korupsi P2SEM

Dokter Bagus Soetjipto | Ilustrasi: Barometerjatim.com/DOK
Dokter Bagus Soetjipto | Ilustrasi: Barometerjatim.com/dok

Kematian saksi kunci P2SEM penuh misteri. Teka-teki menyelimuti lantaran keluarga menolak jenazah diautopsi.

PENYEBAB kematian dokter Bagoes Soetjipto di Lapas Porong masih buram. Seburam penuntasan kasus megakorupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) yang merugikan negara lebih dari Rp 200 miliar.

Pihak kepolisian menduga Bagoes meninggal karena serangan jantung. Hal itu didasari dari hasil pemeriksaan polisi dan olah TKP, tidak diketahui adanya tanda-tanda kekerasan atau bekas luka di tubuhnya.

“Korban sudah lama punya penyakit dalam. Riwayatnya jantung,” tutur Kapolsek Porong, Kompol Adreal Zainar Abbas, Kamis (20/12).

Mungkinkah ada penyebab lain seperti keracunan atau overdosis? Adreal menegaskan tidak mungkin. Sebab, tanda-tanda orang keracunan maupun overdosis obat-obatan, secara fisik tetap tampak.

“Tanda diracun kan kelihatan dari mulut, telinga, maupun duburnya. Kalau overdosis juga juga tetap kelihatan, dia mencret (diare) misalnya. Tapi duburnya bersih,” tegasnya.

Namun Adreal menyatakan, pihaknya hanya melakukan visum lantaran ada penolakan autopsi dari pihak keluarga Bagoes. Penolakan dituangkan lewat surat pernyataan, yang ditandatangani pihak keluarga dan disaksikan perangkat setempat.

“Benar, ada penolakan autopsi dari keluarganya. Sehingga kita hanya melakukan pemeriksaan luar saja. Hasilnya, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada fisik korban. Semuanya bersih,” ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, jenazah hanya dilakukan visum kemudian diserahkan kembali ke pihak keluarga. Dengan demikian, kata Adreal, penyelidikan terhadap kematian Bagoes secara otomatis berhenti.

Istri Bagoes, Fanny Setyawati membenarkan terkait penolakan autopsi dari pihak keluarganya. “Benar! Kita menolak autopsi. Biar suami tenang saja, enggak terganggu lagi,” katanya.

Bagoes ditemukan meninggal dunia di Blok Q1 nomor 4 Lapas Porong, Kamis (20/12) sekitar pukul 06.15 WIB. Malam harinya, disebut sempat membantu mengobati narapidana (napi) lain yang sedang sakit.

Di kamar sel itu, Bagoes tinggal bersama tiga napi lain. Kamis dinihari sekitar pukul 02.30 WIB, napi sekamarnya sempat mendengar suara batuk yang cukup keras.

Informasi yang dihimpun, teman sekamar Bagoes salah satunya bernama Yuda asal Tambaksari, Surabaya. Napi inilah yang sempat mendengar Bagoes batuk pada dinihari.

Saksi lain yang juga dimintai keterangan polisi menyebut, semasa hidup Bagoes punya riwayat penyakit jantung dan tumor di otak. Namun tumor yang dideritanya disebut tidak ganas.

P2SEM Tak Berujung

Bagoes adalah terpidana kasus P2SEM yang buron sejak ditetapkan Kejati Jatim sebagai tersangka pada 2010. Tujuh tahun berselang, dia ditangkap di Malaysia pada Desember 2017. Status narapidana membuatnya langsung menjalani hukuman di Lapas Porong.

Tertangkapnya Bagoes membuat penuntasan kasus P2SEM yang sempat macet, terlebih setelah mantan terpidana Fathorrasjid meninggal, dibuka lagi. Kepala Kejati Jatim saat itu, Maruli Hutagalung menaikkan status kasus ke tingkat penyidikan.

Dalam prosesnya, sejumlah saksi diperiksa, termasuk 13 anggota DPRD Jatim periode 2004-2009. Namun hampir setahun sejak pemeriksaan, 1 Agustus 2018, hingga Bagoes meninggal belum ada tersangka baru.

Bahkan Kajati pengganti Maruli, Sunarta saat peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia, 9 Desember 2018, menyebut tak ada perkembangan terbaru dari penyidikan P2SEM.

» LANGKAH KEJATI BURU TERSANGKA BARU

  • Periksa 13 anggota DPRD Jatim periode 2004-2009.
  • Gandeng perbankan untuk menelusuri aliran dana melalui rekening bank. Ada bukti aliran dana mengalir ke tiga orang.
  • Akan periksa 100 anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 untuk melengkapi bukti.
  • Gandeng PPATK untuk mencari bukti tambahan.
  • Kaji temuan PPATK
  • Dokter Bagoes meninggal dunia, belum ada kelanjutan penyidikan.

» 13 EKS ANGGOTA DPRD JATIM DIPERIKSA

  • Kamis (9/8/2018)
    Muhammad Farid Al Fauzi (F-PPP)
    Zaenal Afif Subekti (Staf DPRD Jatim)
  • Rabu (8/8/2018)
    Musyaffa’ Noer (F-PPP)
    Islan Gatot Imbata (F-PDIP)
    Ja’far Sodiq (F-PKB)
  • Senin (6/8/2018)
    Ahmad Supiyadi SQ (F-PKB)
    Lambortus Lovis Wajong (F-Golkar)
    F Masjkur Hasjim (F-PPP)
  • Kamis (2/8/2018)
    Gatot Sudjito (F-Golkar)
    Harbiah Salahudin (F-Golkar)
    Sudono Sueb (F-PAN)
  • Rabu (1/8/2018)
    Suhandoyo (F-PDIP)
    Achmad Subhan (F-PKS)
    Mochamad Arif Junaidi (F-PKNU)

» DUA ORANG DIPANGGIL KEJATI JATIM

  1. Suhartono Wijaya (F-Demokrat)
  2. Cholili Mugi (F-PKB)
    Keduanya telah meninggal dunia

» Baca Berita Terkait P2SEM, Kejati Jatim, Korupsi