Kans Besar! Perancang Perda ‘Surat Ijo’ Dukung Gus Hans

DUKUNGAN: Sri Setyadji (kanan) dan Haji Masnuh, dukung Gus Hans maju Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUKUNGAN: Sri Setyadji (kanan) dan Haji Masnuh, dukung Gus Hans maju Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans memang belum declare maju di Pilwali Surabaya 2020. Namun soal dukungan untuk “kiai keren” tersebut — mengutip istilah Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya, Puji Kurniawati — terus mengalir.

Terbaru, dukungan datang dari Sri Setyadji, salah seorang ahli perancang Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya No 16 Tahun 2014 tentang Pelepasan Tanah Aset Pemkot Surabaya atau biasa disebut dengan Perda ‘Surat Ijo’.

Selain Sri, dua ahli lainnya yang ikut merancang Perda Surat Ijo yakni almarhum Prof Eman Ramelan dan Dr Agus Sekarmadji, ditambah internal Pemkot dari Bagian Hukum, serta Dinas Pengelola Bangunan dan Tanah.

“Gus Hans punya kans besar untuk berkontestasi, salah satu yang diperhitungkan, dan kompetitor paling kuat di antara kandidat lainnya,” kata Sri pada wartawan di Surabaya, Senin (17/6/2019).

Apakah itu artinya kans Gus Hans di atas kandidat lainnya, termasuk Whisnu Sakti Buana? “Ya monggo (silakan) diterjemahkan bagaimana,” ujar Sri yang juga dosen Program Studi Doktor Hukum S3 Untag Surabaya.

Lantaran dinilai memiliki kans besar, lanjut Sri, Gus Hans tinggal meyakinkan kepada masyarakat Surabaya soal karakter kepemimpinan, kapasitas, dan integritasnya. “Saya baca di CV (curriculum vitae) beliau sangat memenuhi standar sebagai pemimpin di Surabaya,” tandasnya.

Saat diingatkan kalau Whisnu adalah ketua Parpol ‘penguasa’ di Kota Pahlawan, Sri menegaskan Pilkada — termasuk Pilwali Surabaya — bukanlah kontestasi Parpol, tapi lebih banyak ditentukan figur calon.

“Jadi figur sangat menentukan ketertarikan pemilih terhadap siapa yang akan dipilih,” tandas Pakar Hukum Pertanahan tersebut.

Dia mencontohkan Tri Rismahari alias Risma yang bukan kader murni PDIP. Tapi secara figur, wali kota dua periode itu punya popularitas, elektabilitas dan kapasitas, maka hal itu yang menjadi pilihan masyarakat.

“Khususnya di Surabaya yang masyarakatnya macam-macam (heterogen), keras, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Jadi calon yang akan diusung PDIP yang notabene pemilik 15 kursi di DPRD Surabaya masih berpotensi dikalahkan? “80 persen figur yang akan menentukan. Siapa lawan Pak Whisnu atau berapa kontestan yang maju, itulah yang menentukan,” jelasnya.

Sri juga siap mendukung dan memenangkan Gus Hans di Pilwali Surabaya jika diminta bergabung. “Kalau Gus Hans minta saya, saya dukung!” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya