“Kalau Rakyat Bergerak, Suhandoyo Pasti Bupati!”

BERSAMA RAKYAT: Suhandoyo, siap bergerak bersama rakyat di Pilbup Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
BERSAMA RAKYAT: Suhandoyo, siap bergerak bersama rakyat di Pilbup Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pernyataan bernada optimistis itu disampaikan kandidat bupati Lamongan, Suhandoyo saat ditanya soal rekomendasi dari Parpol untuk tiket maju di Pilbup 2020.

“Ya kalau rakyat bergerak kan, Suhandoyo pasti bupati!” tandas politikus yang disebut-sebut masih ada silsilah dengan Sunan Giri tersebut dalam wawancara khusus dengan Barometerjatim.com di Surabaya, Sabtu (18/1/2020).

Seperti diberitakan, hingga kini Suhandoyo yang kader PDIP tersebut baru mendapatkan satu kursi hasil rekomendasi Partai Nasdem. Artinya, masih sembilan kursi lagi yang dibutuhkan untuk maju dari jalur Parpol.

Bagaimana dengan rekomendasi dari PDIP? Suhandoyo tak mau berandai-andai. Sebagai kader, dia hanya mengikuti mekanisme di partainya. “Kita ikut saja, itu kewenangan DPP. Tentu kita selalu komunikasi, kita ikuti mekanisme yang ada,” katanya.

Namun Suhandoyo menegaskan, dirinya bisa maju dari jalur manapun, baik Parpol maupun perseorangan alias independen. “Kita lihat nanti. Mau partai boleh, mau independen boleh. Independen sudah siap, kan begitu,” ucapnya.

Pendaftaran dari jalur independen dibuka 19-23 Februari, apa tidak terlalu mepet? “Sekarang kan masih Januari,” katanya. Artinya urusan 68.673 (6,5%) KTP sebagai syarat dukungan selesai dong? “Kalau rakyat sudah bergerak, Suhandoyo pasti bupati,” sergahnya.

Sementara ditanya soal komunikasi dengan kandidat lainnya, owner tempat wista Wego Lamongan itu menegaskan sangat baik, bahkan bisa saja berpasangan. “Sangat mungkin. Tapi secara pribadi, 21 Januari ini saya sudah memutuskan pasangan,” katanya.

Keputusan tersebut bahkan sudah dikomunikasikan dengan sejumlah Parpol, termasuk dengan Nasdem dan PDIP. “Tapi catatan, tidak mungkin pasangan dengan PDIP-PDIP (sesama kader partai banteng) lho ya,” ujarnya.

Lagi pula, dalam berkoalisi, Suhandoyo menuturkan tidak harus dengan seluruh partai, yang penting rakyat bergerak dan kompak. Sebab, ketika calon tersebut sudah menjadi bupati, maka tidak boleh hanya berperan dari sisi kader partai.

“Tetapi Parpol itu miliki peran sebagai kawah candradimuka, menggodok anak-anak bangsa ini melalui Parpol. Setelah bagus, Parpol harus ikhlas menghibahkan kadernya untuk kepentingan rakyat,” jelasnya.

Dia mencontohkan jika dirinya yang kader PDIP terpilih menjadi bupati Lamongan, maka tidak boleh hanya memperhatikan kader PDIP. “Tapi seluruhnya harus diurus. Kita harus membikin hitungan skala prioritas memperhatikan kepentingan rakyat,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Pilbup Lamongan