Jadi Pangdam Brawijaya, Mayjen Suharyanto: Doa Kapolda Jatim!

PENJAGA JATIM: (Dari kiri) Mayjen TNI Suharyanto, Irjen Pol Fadil Imran dan Laksda TNI ING Sudihartawan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PENJAGA JATIM: (Dari kiri) Mayjen TNI Suharyanto, Irjen Pol Fadil Imran dan Laksda TNI ING Sudihartawan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Selain buah perjalanan karir, Mayjen TNI Suharyanto terpilih menjadi Pangdam V Brawijaya rupanya juga berkat doa dari Kapolda Jatim, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran.

Hal itu disampaikan Suharyanto saat acara lepas sambut menggantikan Mayjen TNI (Pur) Widodo Iryansyah yang memasuki purnatugas di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya, Kamis (5/11/2020).

“Ini doanya Pak Fadil terwujud Bu,” katanya kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang turut menghadiri acara lepas sambut bersama jajaran Forkopimda lainnya.

Menurut Suharyanto, sehari sebelum berangkat menjadi Kapolda Jatim, Fadil sempat inspeksi ke ruangannya di sekretariat negara.

“Saat berdua, beliau bicara: Bang, Abang saya tunggu di Jatim. Saya bilang enggak mungkin, jalurnya dari mana? Ternyata betul, hari ini saya berdiri di sini. Ini luar biasa beliau,” ungkapnya.

Bagi Suharyanto yang sebelumnya menjabat Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres), Jatim bukanlah wilayah asing. Sebab, dia pernah berproses selama tujuh tahun, mulai 2003 hingga 2010.

Sebelum meninggalkan Jatim, Suharyanto adalah Komandan Kodim Gresik. Sempat pula menjabat Komandan Sekolah Calon Bintara di Jember, Komandan Batalyon Yonif 500 Raider, perwira pembantu di staf operasi, dan Kasi Intel Korem di Madiun.

Selain dari jalur jabatan, Suharyanto juga punya kedekatan khusus dengan Jatim karena istrinya, Ervianti Rahmasari atau akrab disapa Uke Suharyanto berdarah Jatim (ibu Malang, bapak Surabaya).

“Cuma lahirnya di Bandung,” tandas perwira tinggi TNI AD lulusan Akmil 1989 dari kecabangan Infanteri tersebut. Suharyanto sendiri kelahiran Cimahi, Jabar, 8 September 1967.

Usai tujuh tahun di Jatim, Suharyanto bertugas di Jakarta. Mulai masuk di Staf Pengamanan AD, kemudian Komandan Korem Jakarta Timur, lanjut di Badan Intelijen Negara (BIN), Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta, Sesmilpres, dan pada 21 Oktober 2020 kembali ke Jatim sebagai Pangdam V Brawijaya.

“Setelah tadi Pak Fadil yang mendoakan. Kemudian pada 3 November 2020, kami melakukan serah terima jabatan di Mabes TNI AD,” ucapnya.

Bermanfaat untuk Jatim

PISAH SAMBUT: Mayjen TNI Suharyanto (kanan) dan Mayjen TNI (Pur) Widodo Iryansyah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PISAH SAMBUT: Mayjen TNI Suharyanto (kanan) dan Mayjen TNI (Pur) Widodo Iryansyah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Meski sempat tujuh tahun bertugas di Jatim, Suharyanto menegaskan, periode di 2003-2010 dengan 2020 ke depan tentulah sangat jauh berbeda.

Namun dia sudah mendapatkan petunjuk dan arahan dari Widodo, yang disebutnya telah berkontribusi luar biasa untuk Kodam V Brawijaya dan masyaraat Jatim.

Karena itu, Suharyanto berharap dukungan dari semua pihak di Jatim. Mulai dari seluruh anggota Kodam V Brawijaya, unsur Forkopimda, Polda, TNI AL, TNI AU, hingga Pemda.

“Mudah-mudahan saya bisa mengikuti jejak beliau (Widodo). Saya mohon doa restu, kami titip diri, kaluarga kami,” katanya.

Suharyanto menambahkan, begitu mendapat surat perintah dari Panglima TNI, dia dan keluarganya bertekad agar kehadirannya kembali di Jatim memberi manfaat.

“Keberadaan kami kembali ke Jatim, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi semuanya, bagi negara dan bangsa, dan bagi masyarakat Jatim,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Kodam V Brawijaya