Corona Menjadi-jadi! Panglima TNI-Kapolri Turun ke Jatim

TURUN KE JATIM: Khofifah sambut kedatangan Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal Pol Idham Azis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TURUN KE JATIM: Khofifah sambut Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal Pol Idham Azis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kasus Corona (Covid-19) di Jatim yang tak kunjung landai, bahkan menjadi-jadi — per 19 Juni 2020 pasien positif mencapai 9.046 — membuat provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu kembali mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Kali ini, giliran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, hadir langsung untuk melakukan peninjauan sekaligus memberikan arahan terkait penanganan Covid-19 di Jatim.

Rombongan kedua jenderal disambut langsung oleh Khofifah di Bandar Udara (Bandara) Internasional Juanda Sidoarjo, Jumat (19/6/2020) untuk melakukan serangkaian kunjungan di Jatim, Sabtu (20/6/2020) hari ini.

Terkait kedatangan Panglima TNI dan Kapolri, Khofifah menyampaikan ada tiga hal penting yang dipesankan. Pertama, gotong royong yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda) hingga tokoh masyarakat.

Kedua, kedisiplinan. Khofifah menyebutkan perlu adanya kedisiplinan yang masif di masyarakat. Kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan harus bisa dijalankan oleh semua elemen masyarakat.

Ketiga, adanya data yang riil. Data yang dibagi ke masyarakat adalah data yang transparan sehingga masyarakat bisa mengetahui sejelas mungkin.

“Secara khusus, Kapolri pesan agar update data disajikan secara transparan agar langkah selanjutnya dapat dilakukan tindakan yang akurat,” ujarnya.

Fokus di Pusat Keramaian

FOKUS TEMPAT KERAMAIAN: Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah), target disiplinkan pusat keramaian. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TEMPAT KERAMAIAN: Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah), target disiplinkan pusat keramaian. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menargetkan pendisiplinan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian. “Seperti mall, pasar tradisional, tempat pariwisata, agar bisa dilakukan edukasi secara masif,” ungkap Hadi Tjahjanto.

Hadi menandaskan, tolok ukur keberhasilan protokol kesehatan harus terus dipantau dari laporan setiap hari, yang disampaikan aparat kewilayahan kepada Panglima TNI maupun Kapolri terkait perkembangan Rate of Transmission (RT).

Melalui update tersebut, maka dapat dilakukan evaluasi apakah harus dilakukan penambahan pasukan atau melakukan treatment yang lain.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo memberikan mandat agar TNI dan Polri turun langsung mengawal pendisiplinan protokol kesehatan menuju kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19. Mandat itu dikhususkan pada empat provinsi dan 25 kabupaten/kota.

Empat provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo. Sedangkan kabupaten/kota dari Jatim yang masuk dalam 25 daerah pendisiplinan protokol kesehatan di antaranya Kota Batu, Kota Malang dan Kota Surabaya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona