Jumat, 02 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Inilah Syair “Hubbul Wathon” yang Asli Karya Mbah Wahab

Berita Terkait

Syair Hubbul Wathon yang Asli
CELURIT EMAS: Penyair D Zawawi “Celurit Emas” Imron membacakan syair saat Soft Launching Mars Asli Hubbul Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah di halaman Gedung Astra Nawa, Gayungsari Timur, Surabaya, Minggu (20/8) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jika Dewan Kurator Museum NU, Drs H Choirul Anam menyebut syair/lirik lagu Syubbanul Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) yang beredar saat ini ‘dhoif’, lantas syair mana yang asli?

“(Syair) dari KH Abdul Halim, Sekpri (Sekretaris Pribadi) Mbah Wahab,” ungkap tokoh NU yang akrab disapa Cak Anam itu, Senin (21/8).

Kiai Halim yang dimaksud yakni KH Abdul Chalim Leuwimunding (muassis NU Surabaya), ayahanda KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet dan Surabaya.

Syair Hubbul Wathon — Cak Anam tidak menyebut Syubbanul Wathon — ditulis di buku riwayat hidup Mbah Wahab dengan tulisan Arab pegon. “Di dalamnya diberi NB (notabene) telah dikoreksi Mbah Wahab dan diizinkan untuk diterbitkan. Jadi yang sahih yang ini, kalau yang tadi (Syubbanul Wathon) dhoif,” jelasnya.

Bahkan, tutur Cak Anam, Ketua PCNU Surabaya, Dr Muhibbin Zuhri menginformasikan kalau Syubbanul Wathon bukan syair karya Mbah Wahab, melainkan milik Nahdlatul Wathan (NW) Lombok. “Di website NW Lombok persis lagunya Yalal Wathan itu,” katanya.

• Baca: Meluruskan Sejarah “Hubbul Wathon” Karya Mbah Wahab

Karena itu, Cak Anam mengajak, terutama kalangan pesantren, untuk menyebarkan syair Mbah Wahab yang asli. “(Dulu) saya juga mendengar para kiai sepuh kalau di mushala menyanyikan ini,” katanya sambil menyanyikan syair Mbah Wahab yang disambut aplaus hadirin. (Baca: Syair Asli Hubbul Wathon)

“Lho, saya ini hafal syairnya Mbah Wahab, wong saya yang nulis (buku KH Abdul Wahab Chasbullah Hidup dan Perjuangannya yang di dalamnya memuat syair asli Mbah Wahab).”

Bagi Cak Anam, isi syair Mbah Wahab ini luar biasa. “Dunia ini bukan untuk menetap (maa lil maqor). Wainnamaa hiya lil mamar, hanya untuk berlabuh. Ini kan maknanya dalam,” katanya mengutip syair.

“Karena itu raihlah cita-cita setinggi bulan. Jangan jadi binatang/sapi perahan. Coba, bayangkan. Ini nggak main-main. Mbah Wahab ini luar biasa,” tambahnya.

Cak Anam bahkan sudah membuat lagu Hubbul Wathon dengan aransemen baru yang dibuat Nazar Albatati dari Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Jatim. Nazar tercatat masih famili Nyai Hamzah, ibunda KH Imron Hamzah (mantan Rais Syuriah PWNU Jatim).

“Nanti saya minta Pak Nazar bikin khusus aransemen untuk anak-anak. Itu kan menarik,” ucapnya.

• Baca: 4 Alasan Kiai Pengasuh Ponpes Besar Dukung Khofifah

Sebelumnya, Minggu (20/8), digelar Soft Launching Mars Asli Hubbul Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah di halaman Gedung Astra Nawa, Gayungsari Timur, Surabaya.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah kiai pengasuh Ponpes, termasuk KH Asep Saifuddin Chalim (Ponpes Amanatul Ummah, Pacet dan Surabaya), putra-putri Mbah Wahab di antaranya KH Hasib Wahab, Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubaid dan Nyai Hj Munzidah Wahab, Mensos Khofifah Indar Parawansa dan penyair D Zawawi Imron.

SYAIR ASLI HUBBUL WATHON

SYAIR ASLI: Syair Hubbul Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah | Foto: Capture Buku KH Abdul Wahab Chasbullah Hudup dan Perjuangannya.

Hai patriot bangsa, hai patriot bangsa
Cinta tanah air itu bagian dari iman
Cintailah tanah airmu, wahai patriot bangsa
Janganlah kalian menjadi bangsa terjajah

Sungguh kemuliaan itu hanya bisa dicapai dengan tindakan
Bukan hanya dengan kata-kata
Maka berbuatlah untuk menggapai cita-cita
Dan jangan cuma bicara

Duniamu bukan untuk menetap
Tapi cuma tempat untuk berlabuh
Maka berbuatlah sesuai yang Dia perintahkan
Jangan mau jadi sapi perahan

Kalian tak tahu siapa pemutar balik fakta
Kalian tak pikirkan apa yang telah berubah
Dimana perjalanan akan berakhir
Bagaimana peristiwa bisa berakhir

Atau mereka memberimu minum
Juga kepada ternakmu
Atau mereka melepaskanmu dari beban
Ataukah malah menenggelamkanmu dalam beban

Hai, pemilik pikiran yang jernih
Hai, pemilik hati yang lembut
Jadilah orang yang tinggi cita-cita
Jangan jadi ternak gembala

SYAIR YANG BEREDAR SAAT INI:

Pusaka hati wahai tanah airku
Cintaiku dalam imanku
Jangan halangkan nasibku
Bangkitlah hai bangsaku

Indonesia negeriku
Engkau panji martabatku
Siapa datang mengancammu
Kan binasa di bawah durimu

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -