Harun Al Rasyid: Selalu Dikawal Golkar, Khofifah Harus Fair!

HARUS FAIR: Harun Al Rasyid, minta Khofifah fair kepada Golkar yang selama ini habis-habisan membelanya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
HARUS FAIR: Harun Al Rasyid, minta Khofifah fair kepada Golkar yang selama ini habis-habisan membelanya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu I DPD Partai Golkar Jatim, Harun Al Rasyid prihatin melihat Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawasa seolah dijadikan samsak hidup ‘partai oposisi’ tanpa banyak pembelaan dan kawalan dari ‘partai koalisi’.

Beragam kritik tajam yang dilontarkan partai oposisi hingga tahun ketiga kepemimpinan Khofifah, di antaranya soal kemiskinan ekstrem (extreme poverty) yang masih tinggi, birokrasi yang dinilai karut marut, hingga kinerja buruk hampir semua BUMD milik Pemprov Jatim.

“Saya merasa prihatin, kenapa gubernur kami yang kita pilih dengan luar biasa itu kok seperti dijadikan samsak hidup gitu loh. Saya lihat hanya partai saya saja yang melakukan pembelaan, sampai partai saya sering dikatakan partai apresiasi. Tetapi ya itu konsekuensi dari partai kita mendukung,” katanya, Senin (20/9/2021).

Sekadar mengingatkan, saat memenangi Pilgub Jatim 2018, Khofifah diusung enam partai yakni Golkar, Demokrat, Hanura, Nasdem, PPP, dan PAN. Sementara PDIP, Gerindra, PKB, dan PKS berada di pihak lawan yang mengusung Saifullah Yusuf-Puti Guntur.

Menurut Harun, bagi partai yang memang sejak awal tidak berseiring dengan Khofifah, wajar jika melakukan koreksi. Namun dia minta Khofifah juga fair, harus ada ‘punishment’ bagi partai yang tak henti-hentinya mengkritik, dan ‘reward’ bagi partai yang selalu membela.

“Jangan sampai seperti partai kami, sudah habis-habisan (membela) tidak ada reward, itu kan menyedihkan sekali. Sebaliknya, bagi partai-partai yang terus melakukan kritik tidak ada punishment, itu juga tidak fair,” katanya.

Konsekuensi Partai Pengusung

Jadi anda tidak risih Golkar diopinikan sebagai partai apresiasi? Menurut Harun, itu adalah bentuk dari konsistensi dan komitmen Partai Beringin dalam mendukung dan mengawal Khofifah.

“Jadi apapun opini yang berkembang, itu risiko Golkar. Tapi yang pasti, Ibu Gubernur juga harus fair. Kalau partai kami melakukan hal seperti itu, mengawal, harus ada reward. Sebaliknya, partai yang barangkali selalu gerogoti program-program juga harus ada punishment,” paparnya.

Ikhwal Golkar diopinikan sebagai partai aspirasi, lantaran setiap kali kebijakan Khofifah dikritisi ‘partai oposisi’, Partai Beringin justru berstatemen sebaliknya: Memberi apresiasi atas kinerja gubernur.

Pembelaan dan pengawalan yang dilakukan Golkar tersebut, tandas Harun, adalah pengorbanan sebuah partai sehingga harus ada perhatian dari Khofifah, tidak hanya jadi bumper saja.

“Dan tanpa diminta pun, kita akan selalu mengawal sampai ada anggapan Golkar sebagai partai apresaisi, itu kan kosekuensi,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Golkar