Halal Haram AstraZeneca, Ketua NU Jatim: Kami Tak Tabrakan!

TAK TABRAKAN: KH Marzuki Mustamar, PWNU Jatim tak tabrakan dengan siapa pun. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAK TABRAKAN: KH Marzuki Mustamar, PWNU Jatim tak tabrakan dengan siapa pun. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Halal haram terkait vaksin AstraZeneca masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Terbaru, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Mojokerto dan Surabaya, KH Asep Saifuddin Chalim terang-terangan menolak dan menyebutnya haram mutlak.

Pendapat Kiai Asep bertolak belakang dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Jatim, serta Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim yang justru membolehkan penggunaan vaksin Covid-19 asal Inggris yang juga diproduksi di Korea Selatan tersebut.

Terkait perbedaan di kalangan ulama ini, Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar menegaskan kalau jamiyah yang dipimpinnya tidak berfatwa. Tetapi lewat LBM, sebatas menginfokan kepada masyarakat dan umat soal fatwa ulama dari negara Mesir dan sebagainya tentang kedudukan AstraZeneca.

“Ini lho fatwa ulama Mesir, Darul Ifta al Mishriyyah dan dalil-dalilnya. Ini lho fatwa ulama Arab Saudi tentang AstraZeneca dan dalil-dalilnya. Ini lho fatwa Uni Emirat Arab, Kuwait dan dalil-dalilnya,” katanya saat ditemui di kantor PWNU Jatim, Selasa (30/3/2021).

“Ini lho pandangan ulama tentang proses istihalah, dimana barang najis sudah tidak lagi menjadi najis karena sudah mengalami proses kimiawi, alami, berkali-kali, sehingga wujud barang itu jadi hilang,” sambungnya.

Jadi PWNU Jatim, tandas Kiai Marzuki, sifatnya menggali data lalu diinfokan ke masyarakat. Kalau kemudian ada orang yang berbeda pandangan soal AstraZanecca, maka sejatinya orang tersebut berbeda dengan fatwa ulama Mesir yang diinfokan PWNU Jatim.

“Jadi kami enggak bertabrakan dengan siapa-siapa,” tegas kiai yang juga pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Gasek, Kota Malang tersebut.

Bagaimana dengan Kiai Asep yang beda pandangan soal AstraZenecca? Kiai Marzuki menuturkan, andai itu beda tapi tidak dengan PWNU Jatim.

“Beliau mungkin beda dengan fatwa ulama Mesir, ulama Saudi. Nah, LBM Jatim itu menginfo,” kata Kiai Marzuki, sembari meminta PWNU Jatim tidak dibenturkan dengan pihak mana pun, termasuk dengan kiai tertentu.

“Sekali lagi PWNU Jatim menginfo fatwa Darul Ifta al Mishriyyah. Perkoro (soal) ada fulan enggak sependapat dengan itu, konteksnya bukan fulan itu benturan dengan NU Jatim. Berarti beda pendapat dengan fatwa Mesir, Saudi, itu tadi,” paparnya.

Lantaran sifatnya hanya menginfokan, ucap Kiai Marzuki, maka PWNU Jatim aman, tidak benturan dengan siapa pun dan pihak mana pun soal halal haram vaksin Covid-19 AstraZanecca.

“Dan hak kami menginfokan kepada masyarakat. Masyarakat yang juga muridnya kiai-kiai, yang kiai-kiai itu dulu banyak alumni Mesir. Mereka juga berhak mendapat pandangan bagaimana sih ulama Mesir, bagaimana sih fatwa gurunya guru kami,” jelasnya.

» Baca Berita Terkait Vaksinasi Covid-19