Gus Hans Maju di Surabaya, Para Gus Akan ‘Nyincing Sarung’!

PILWALI SURABAYA: Gus Maksum Faqih, Gawagis Nusantara siap berjuang memenangkan Gus Hans di Pilwali Surabaya. | Foto: IST
PILWALI SURABAYA: Gus Maksum Faqih, Gawagis Nusantara siap berjuang memenangkan Gus Hans di Pilwali Surabaya. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kalangan pesantren di Jatim siap ‘habis-habisan’ mendukung Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, jika Jubir Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018 itu benar-benar maju di Pilwali Surabaya 2020.

Insyaallah. Apabila Gus Hans memang maju dalam Pilkada Surabaya, Gawagis Nusantara akan nyincing sarung melu gawe, melu cawe-cawe (bekerja keras mendukung pemenangan),” kata Ketua Forum Silaturahmi Gawagis Nusantara, KH Maksum Faqih alias Gus Maksum, Sabtu (15/8/2020).

“Gawagis” adalah jamak dari “gus” — sebutan untuk putra kiai pengasuh pondok pesantren (Ponpes). Sedangkan Gawagis Nusantara merupakan forum komunitas para gus, di dalamnya termasuk Asparagus (Asosiasi Para Lora dan Gus) dan Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI).

Gus Hans didukung penuh kalangan pesantren, lanjut Gus Maksum yang juga pengasuh Ponpes Langitan Tuban dengan ribuan santri dan alumni di Kota Pahlawan, lantaran Surabaya berstatus kota terbesar kedua setelah Jakarta membutuhkan sentuhan dari figur religius.

“Sebagai warga NU (Nahdlatul Ulama) yang besar di kalangan pesantren, kami berharap kepemimpinan di Surabaya kembali seperti para pendahulunya,” katanya.

Maka, melihat realitas politik yang ada, kombinasi representasi nasionalis-religius akan menciptakan Surabaya yang lebih agamis, toleran, dan merakyat.

“Perpaduan antara nasionalis-religius, bukan hanya membuat Surabaya menjadi metropolitan, namun bisa menjadi megapolitan,” tegas putra almarhum KH Abdullah Faqih, salah seorang kiai khos NU tersebut.

Nah, dari sekian kandidat yang muncul, kata Gus Maksum, Gus Hans dipandang sebagai representasi religius. “Gus Hans putra kiai dan kini menjadi pengasuh pesantren. Soal kepemimpinan, beliau juga sukses berkiprah di berbagai organisasi,” ucapnya.

Gus Maksum berharap, pihak partai politik mendengar masukan dari Gawagis Nusantara. “Aspirasi dari Gawagis dan pengasuh pesantren berharap Surabaya dipimpin kalangan pesantren. Kalau tak bisa untuk posisi pertama, bisa untuk wakilnya,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya