Pilwali Surabaya, Gus Nas: Hati-hati Ada yang Ngaku-ngaku NU!

PILWALI SURABAYA: Gus Nasrohuddin, hati-hati ada calon yang ngaku-ngaku NU di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
PILWALI SURABAYA: Gus Nasrohuddin, hati-hati ada calon yang ngaku-ngaku NU di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Syabab An Nabawi Sidosermo, KH Mas Ahmad Nasrohuddin mengingatkan semua pihak agar hati-hati dengan calon yang mengaku-ngaku sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) di Pilwali Surabaya 2020.

“Biasanya itu, ketika mau ada Pileg, Pilwali, Pilgub, maupun Pilpres, ada yang mengaku-ngaku kader NU. Ya karena NU itu organisasi keagamaan paling besar, sehingga banyak sekali penumpang dadakan,” katanya, Selasa (18/8/2020).

Penumpang dadakan bagaimana yang dimaksud? “Ya orang-orang yang selama ini masih perlu dipertanyakan ke-NU-annya, tanda tanya ke-NU-annya, nasabnya, dan sebagainya, tiba-tiba ngaku NU, bergelar orang NU,” ujar kiai muda yang akrab disapa Gus Nas tersebut.

Namun Gus Nas menegaskan, dirinya tahu mana yang asli NU dan mana yang ngaku-ngaku NU. “Mungkin saya ‘buta’ tentang politik, tapi saya ingat sekali pesan Baginda Rasul: Ittaqu firasatal mu’min, fa innahu yanzhuru bi nurillah,” katanya.

Hadits riwayat Tirmidzi tersebut artinya: Pertimbangkanlah firasat seorang mukmin, karena (bisa jadi) dia (dapat) melihat (sebuah permasalahan yang belum terjadi) berkat pertolongan Allah.

Nuwun sewu darah saya NU, keluarga besar saya NU. Sehingga saya tahu ketika muncul seseorang A B C D, siapa saja terus ngaku NU. Makanya saya mengatakan: Ittaqu firasatal mu’min, fa innahu yanzhuru bi nurillah,” jelasnya.

“Hati-hati dengan seorang mukmin ketika ngaku-ngaku A B C D. Kita juga punya mata hati, bisa menilai: Oh ini ngaku-ngaku, ini asli, dan sebagainya,” sambung gus yang juga ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Surabaya itu.

Apakah Gus Nas melihat ada kandidat yang menjadi penumpang gelap NU selama proses Pilwali Surabaya 2020? “Secara langsung saya belum tahu, karena saya pasif ya, saya di rumah,” katanya.

“Tapi kalau nanti ada A B C D ngaku-ngaku NU, mungkin saya bisa menilai. Wah ini penumpang baru, ini yang benar-benar NU,” ucap Gus Nas.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya