Selasa, 25 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Muktamar NU

Gus Hans: Kemenangan Gus Yahya Tonggak Regenerasi di NU dan Banomnya!

Berita Terkait

TONNGGAK REGENERASI: Gus Hans, kemenangan Gus Yahya tonggak regenerasi di tubuh NU dan Banomnya. | Foto: Barometerjatim/ROY HS
TONGGAK REGENERASI: Gus Hans, kemenangan Gus Yahya tonggak regenerasi di tubuh NU dan Banomnya. | Foto: Barometerjatim/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU), KH Zahrul Azhar As’ad menilai terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai ketua umum PBNU periode 2021-2026 bukan karena kurang berhasilnya KH Said Aqil Siroj, tapi lebih pada kapasitas Gus Yahya yang memang mumpuni.

“Ditambah dengan kesadaran berorganisasi dari para elite NU tentang pentingnya regenerasi, itu kuncinya,” kata pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang yang akrab disapa Gus Hans tersebut, Jumat (23/12/2021).

“Intinya, kemenangan Gus Yahya adalah angin segar bagi NU dan juga Banomnya (badan otonom) tentang pentingnya regenerasi dan kaderisasi di dalam organisasi,” sambungnya.

Karena itu, Gus Hans salut dengan pilihan muktamirin yang memiliki kesadaran akan pentingnya regenerasi dalam berorganisasi.

Sekali lagi, tandas Gus Hans, kemenangan Gus Yahya bukan karena tidak berhasilnya Kiai Said, tapi lebih ke arah meningkatnya kesadaran muktamairin, para organisatoris NU tentang pentingnya regenerasi di tubuh NU.

“Jadi kemenangan Gus Yahya ini adalah tonggak untuk regenerasi di NU dan Banomnya,” tandas Gus Hans yang juga wakil sekretaris Dewan Penasihat (Wanhat) PW GP Ansor Jawa Timur.

Diketahui, selain di PBNU, sejumlah kiai dan gus juga menyuarakan pentingnya regenerasi di tubuh Banom NU, salah satunya Muslimat NU yang sudah 20 tahun (empat periode) dipimpin Khofifah Indar Parawansa .

Desakan regenerasi di pucuk pimpinan Muslimat NU di antaranya disuarakan Pengasuh Ponpes Metal Muslim Al Hidayah Pasuruan, KH Nur Kholis Al Maulani dan Pengasuh Ponpes Al Falah Tinggarjaya, Banyumas, Jawa Tengah yang juga Wakil Katib PCNU Banyumas, KH Maulana Ahmad Hasan.

Dari deretan ketua umum Banom NU, Khofifah memang paling lama menjadi ketua umum Muslimat NU, sampai empat periode. Khofifah — saat itu masih menjabat Menteri Sosial — terpilih secara aklamasi untuk periode keempat (2016-2021) lewat Kongres XVII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, November 2016.

Awal tahun depan, Muslimat NU disebut-sebut akan menggelar Kongres XVII untuk memilih ketua umum, entah masih Khofifah lagi yang terpilih atau ada regenerasi di pucuk pimpinan Banom perempuan NU tersebut laiknya di PBNU.

» Baca Berita Terkait Muslimat NU

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -