Khofifah Sudah Ketum 4 Periode, Muslimat NU Butuh Regenerasi!

REGENERASI MUSLIMAT NU: Gus Nur Kholis, Khofifah sudah empat periode Muslimat NU butuh regenerasi. | Foto: Barometerjatim.com/IST
REGENERASI MUSLIMAT NU: Gus Nur Kholis, Khofifah sudah empat periode Muslimat NU butuh regenerasi. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kata “regenerasi” terdengar nyaring jelang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung, Desember mendatang. Apakah regenerasi tersebut hanya untuk ketua umum Pengurus Besar NU (PBNU)?

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Metal Muslim Al Hidayah Pasuruan, KH Nur Kholis Al Maulani berpandangan, regenerasi di PBNU secara otomatis harus diikuti seluruh badan otonom (Banom).

“Banom semuanya. Jadi otomatis, mulai dari PBNU sampai Banomnya juga regenerasi. Mereka yang memiliki visi dan pandangan yang masih zaman dahulu, saya pikir juga perlu di-upgrade. Kalau memang ada generasi kita yang lebih cerdas, militan, kenapa tidak?” katanya, Selasa (12/10/2021).

Dia lantas mengajak melihat kembali sejarah para imam di masa dahulu. Imam Ma’ruf al-Karkhi misalnya, yang mewariskan pesantren bukan kepada putranya tetapi santrinya, Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang memang memiliki kapabilitas, keilmuan, maupun kezuhudan luar biasa.

“Artinya kaderisasi tidak harus dalam artian garis lurus yang sama. Ini bisa kaderisasi dari orang yang memang memahami, memiliki sifat dan karakter yang sesuai dengan harapan atau misi dan visi NU,” jelas kiai muda yang akrab disapa Gus Nur Kholis tersebut.

Dari Banom NU yang ada, Khofifah Indar Parawansa sudah memimpin Muslimat NU selama empat periode berjalan, apakah juga perlu regenerasi?

“Saya sampaikan bahwa regenerasi itu penting. Karakter bangsa kita ini adalah karakter yang junjung tinggi martabat orang sepuh, tetapi juga mengangkat kreativitas dan memuliakan anak-anak muda,” katanya.

Gus Nur Kholis mencontohkan Soeharto yang memimpin negeri ini selama 32 tahun. Selama waktu yang panjang tersebut. Indonesia tidak bisa mengalami loncatan-loncatan tinggi.

“32 tahun menjadi pemimpin Indonesia, tetapi hasilnya begitu saja. Begitu ada regenerasi, loncatan tinggi luar biasa. Bukan berarti pemimpin sebelumnya tidak baik, butuhnya regenerasi ya seperti itu,” katanya.

Tegasnya, Muslimat NU butuh regenerasi atau tidak? “Butuh regenerasi. Regenerasi itu sangat penting di segala lini. Di Fatayat, Muslimat, terutama juga di NU-nya,” katanya.

Ya, dari deretan ketua umum Banom NU, Khofifah memang paling lama menjadi ketua umum Muslimat NU, sampai empat periode berjalan. Khofifah — saat itu masih menjabat Menteri Sosial — terpilih secara aklamasi untuk periode keempat (2016-2021) lewat Kongres XVII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, November 2016.

Tiga bulan kemudian, 28 Maret 2017, Khofifah dan kepengurusannya dilantik Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. “Ini sudah keempat kali Bu Khofifah dilantik, memang tidak ada batasannya ya?” kata Kiai Said kala itu saat berpidato usai pelantikan.

Setelah kini menjadi gubernur Jawa Timur, naga-naganya perempuan yang juga ketua umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut akan kembali menjadi ketua umum untuk lima periode alias memimpin Muslimat NU selama 25 tahun.

» Baca Berita Terkait Muslimat NU