GJS Jadi Pondok Isolasi, Saran Khofifah Ada Tempat Ngopi

PENINJAUAN: Khofifah bersama jajaran Forkopimda Jatim tinjau Gelora Joko Samudro. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PENINJAUAN: Khofifah bersama jajaran Forkopimda Jatim tinjau Gelora Joko Samudro. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

GRESIK, Barometerjatim.com – Kasus Covid-19 di Gresik yang masih tinggi, membuat Pemkab setempat memperbanyak tempat untuk pencegahan dan penyembuhan. Salah satunya ‘menyulap’ Stadion Gelora Joko Samudro (GJS) menjadi pondok observasi dan isolasi.

Merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim per 19 Juli 2020, terkonfirmasi postif di Gresik mencapai 1.412 kasus. Rinciannya: Sembuh 392, dirawat 896, dan meninggal dunia 124.

Upaya Pemkab Gresik ini mendapat apresiasi dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dengan melakukan peninjauan ke GJS, Minggu (19/7/2020) sore.

Khofifah datang bersama Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran serta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim.

“Kami ingin memastikan, bahwa tempat isolasi dan rehabilitasi ini sudah siap menampung pasien,” ujar Khofifah di sela kunjungan.

Menurutnya, upaya yang dilakukan Pemkab Gresik ini dalam rangka memberikan penanganan terhadap warganya yang terpapar Covid-19. Mulai dari yang membutuhkan perawatan medis hingga mencapai kesembuhan.

Terlebih, lanjut Khofifah, tempat isolasi dan rehabilitasi di GJS dibuat dengan mempertimbangkan potensi tingkat kerawanan pasien. Mulai dari zona hijau, kuning, dan merah, serta jalur pasien dan tenaga kesehatan yang dibuat terpisah.

Pembuatan area GJS sebagai tempat isolasi dan rehabilitasi juga sebagai langkah antisipasi, mengingat rumah sakit rujukan di Gresik rata-rata sudah hampir melebihi kapasitas daya tampung (overload).

“Jangan sampai ada penumpukan pasien di rumah sakit, yang itu membuat beban bagi rumah sakit,” ucap mantan Menteri Sosial tersebut.

Khofifah pun menyarankan, sebelum GJS digunakan menampung pasien Covid-19, sebaiknya dilengkapi tempat relaksasi bagi pasien. Bisa berupa sarana olahraga maupun tempat hiburan (refreshing) supaya pasien tidak jenuh selama menjalani perawatan.

“Mungkin dapat disiapkan untuk pasien agar bisa buat teh atau kopi anytime, juga pingpong bagi yang suka tenis meja. Ini catatan dari kami yang mungkin bisa segera disiapkan,” katanya.

Sementara Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menuturkan, di area isolasi dan rehabilitasi GJS terdapat 140 tempat tidur yang siap digunakan.

Dalam mengoperasikan tempat ini, Pemkab dibantu dan bersinergi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) serta PPNI (Persatuan Persatuan Perawat Indonesia).

Sedangkan menyambut saran Khofifah agar GJS dilengkapi rempat relaksasi, Sambari akan segera melengkapinnya. “Kekurangan tersebut akan kami tindaklanjuti,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona