Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Gerindra: Move On Bisa Ditafsir Khofifah Lempar Handuk!

Berita Terkait

MENYOAL MOVE ON: Hidayat (kanan) dalam diskusi Kamisan DPD Partai Gerindra Jatim. | Foto: Capture Youtube
MENYOAL MOVE ON KHOFIFAH: Hidayat (kanan) dalam diskusi Kamisan yang digelar DPD Partai Gerindra Jatim. | Foto: Capture Youtube
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pernyataan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang mengajak masyarakat “move on” dari pandemi Covid-19 direaksi DPD Partai Gerindra Jatim dalam Diskusi Kamisan yang disiarkan lewat channel Youtube, Kamis (12/8/2021).

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat yang hadir sebagai salah satu narasumber menilai, pernyataan Khofifah tersebut berpotensi multitafsir mengingat background pendidikan maupun status sosial masyarakat beragam.

“Ada ambigu di situ. Salah satu yang dipahami masyarakat bahwa move on ini sebagai hands up (angkat tangan), lempar handuk (menyerah),” kata politikus yang juga ketua Komisi C DPRD Jatim tersebut.

“Kalau sudah lempar handuk, kemudian kita lihat ke Ampel ada orang mengibarkan bendera putih (menyerah pada PPKM dan Covid-19), itu akan sangat berbahaya bagi masyarakat Jatim,” tandasnya.

Karena itu, Hidayat berharap, pesan-pesan yang disampaikan gubernur harus mengandung spirit perjuangan yang kuat, membuat orang kreatif, produktif, agar bisa menghadapi pandemi Covid-19 ini jauh lebih baik.

“Selain itu, saya khawatir ini (ajakan Khofifah move on dari pandemi Covid-19) bisa dipahami sebagai sebuah sikap lari dari taggung jawab,” tandasnya.

Artinya, papar Hidayat, dalam 1,5 tahun ini masyarakat menghadapi tantangan yang sangat berat dan jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Jatim masih tinggi. Begitu pula jumlah kematian, bahkan beberapa kali Jatim tertinggi secara nasional.

“PR ke depan masih berat. Kalau kemudian pemimpin di Jatim menyampaikan pernyataan yang multitafsir, multipamahaman, akan sangat berisiko terhadap sikap masyarakat di bawah. PR kita ke depan masih panjang,” ujarnya.

Sebelumnya, Khofifah mengajak warga Jatim untuk menjadikan peringatan Tahun Baru Islam sebagai momentum move on dari pandemi Covid-19.

Menurut Khofifah, semangat Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai format hijrah atau dalam istilah kekinian move on dari masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19.

Caranya dengan menguatkan semangat bangkit, gotong royong, dan solidaritas serta saling bantu antarsesama umat manusia.

“Rasa empati dan solidaritas kita benar-benar diuji selama satu tahun setengah ini. Jangan kendor, sebaliknya justru harus semakin diperkuat mengingat dampak pandemi ini memukul semua sektor dan lapisan masyarakat,” katanya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -