Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tahun Baru Islam, Khofifah Ajak Warganya Move On dari Covid-19

Berita Terkait

AJAK MOVE ONE: Gubernur Khofifah ajak masyarakat Jatim move on dari pandemi Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
AJAK MOVE ONE: Gubernur Khofifah ajak masyarakat Jatim move on dari pandemi Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengajak warganya untuk menjadikan peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1443 Hijriah, sebagai momentum “move on” dari pandemi Covid-19.

Menurut Khofifah, semangat Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai format hijrah atau dalam istilah kekinian move on dari masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19. Caranya dengan menguatkan semangat bangkit, gotong royong, dan solidaritas serta saling bantu antarsesama umat manusia.

“Rasa empati dan solidaritas kita benar-benar diuji selama satu tahun setengah ini. Jangan kendor, sebaliknya justru harus semakin diperkuat mengingat dampak pandemi ini memukul semua sektor dan lapisan masyarakat,” ungkapnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/8/2021).

Khofifah mengungkapkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan akibat pandemi Covid-19. Perlu dukungan, kerja sama, dan kerja keras seluruh lapisan dan elemen masyarakat agar membuahkan hasil yang optimal.

Mantan Mensos RI itu menyebut, pandemi Covid-19 telah memaksa seluruh manusia di dunia melakukan penyesuaian dan perubahan menuju bentuk kenormalan baru. Salah satu semangat hijrah dalam konteks pandemi adalah juga mendisiplinkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Konteks hijrah kekinian berbeda. Saat ini kita dituntut untuk mampu beradaptasi dan dengan cepat merespons situasi dan kondisi. Semangat solidaritas kita sebagai sebuah bangsa pun dituntut untuk lebih kuat dan tinggi lagi,” imbuhnya.

Khofifah mengungkapkan, semangat move on yang dimaksud berlaku di semua sektor kehidupan. Dalam hal berusaha atau berbisnis misalnya. Pandemi Covid-19 selayaknya dapat dijadikan ajang move on dari cara-cara pemasaran tradisional menjadi cara pemasaran yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi.

“Jika dulu pemasaran serba offline, maka sekarang cobalah untuk mengaktivasi penjualan secara online. Manfaatkan media sosial dan internet yang mudah diakses untuk memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.

“Konsumen saat ini berubah, jadi tidak bisa kemudian menyalahkan Covid-19 yang notabene merupakan ujian dari Allah Swt. Sebaliknya alih-alih mengeluh, maka lebih baik beradaptasi dengan cara-cara yang juga baru. Ini semua agar bisa tetap survive,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -