Senin, 24 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Khofifah Ajak Move On, Rentan Disalahpahami Angkat Tangan!

Berita Terkait

Masa Pandemi, Gerindra Jatim Hadir Bantu Kesulitan Petani

Dukung PKS, Perempuan Arayan Tolak Keras RUU TPKS!

KHOFIFAH ANGKAT TANGAN?: Anwar Sadad, ajak move on rentan disalahpahami Khofifah angkat tangan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KHOFIFAH ANGKAT TANGAN?: Anwar Sadad, ajak move on rentan disalahpahami Khofifah angkat tangan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad menilai pernyataan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang mengajak masyarakat untuk “move on” dari pandemi Covid-19 rentan disalahpahami.

“Pernyataan gubernur ini rentan untuk disalahpahami oleh publik, bahwa gubernur sudah hands up, sudah angkat tangan dalam penanganan Covid-19 ini,” katanya, Selasa (10/8/2021).

Seharusnya, ucap Sadad, Khofifah bukan mengajak masyarakat untuk move on, tapi menyampaikan skenario untuk bisa tetap produktif, tetap fight, serta menjaga survive di tengah pandemi Covid-19.

“Dan HUT RI ini harusnya menjadi momentum untuk menyadarkan kembali bahwa kita adalah bangsa yang tangguh, yang punya sejarah panjang memenangkan berbagai macam peperangan. Bangsa yang selalu optimistis, bukan pesimistis,” paparnya.

“Pernyataan move on itu juga akan dipahami sebagai lari dari kenyataan,” tandas legislator yang juga ketua DPD Partai Gerindra Jatim tersebut.

Terlebih, hingga hari ini jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Jatim terus bertambah. Merujuk data harian ada tambahan 2.885 sehingga total menjadi 345.696 kasus.

Angka kematian di Jatim juga masih tertinggi secara nasional dengan 24.052 kasus, setelah hari ini ada tambahan 431. Angka ini sekaligus membuat Jatim menyumbang kasus kematian harian tertinggi dari tambahan secara nasional 1.579  menjadi total 112.198.

Sebelumnya, seperti diberitakan, Khofifah mengajak warga Jatim untuk menjadikan peringatan Tahun Baru Islam sebagai momentum move on dari pandemi Covid-19.

Menurut Khofifah, semangat Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai format hijrah atau dalam istilah kekinian move on dari masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19.

Caranya dengan menguatkan semangat bangkit, gotong royong, dan solidaritas serta saling bantu antarsesama umat manusia.

“Rasa empati dan solidaritas kita benar-benar diuji selama satu tahun setengah ini. Jangan kendor, sebaliknya justru harus semakin diperkuat mengingat dampak pandemi ini memukul semua sektor dan lapisan masyarakat,” katanya, Selasa (10/8/2021).

Khofifah juga menyebut, pandemi Covid-19 telah memaksa seluruh manusia di dunia melakukan penyesuaian dan perubahan menuju bentuk kenormalan baru. Salah satu semangat hijrah dalam konteks pandemi adalah juga mendisiplinkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -