Gerindra Cocok dengan Gus Hans, Sinyal Beri Rekomendasi?

PENJARINGAN GERINDRA: Gus Hans (tengah) diterima Bagiyon (kiri) dan BF Sutadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PENJARINGAN GERINDRA: Gus Hans (tengah) diterima Bagiyon (kiri) dan BF Sutadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Zahrul Azhar Asumta kian gencar menjalin komunikasi dengan sejumlah Parpol untuk mendapatkan ‘tiket’ maju di Pilwali Surabaya 2020.

Usai mengikuti penjaringan di Partai Nasdem dan PSI (Partai Solidaritas Indonesia), kali ini kiai muda yang akrab disapa Gus Hans itu mengembalikan berkas pendaftaran ke DPC Partai Gerindra Surabaya di Jalan Gayungsari Xl/14, Kamis (14/11/2019).

Diantar sejumlah relawannya, kedatangan Gus Hans disambut langsung oleh Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, BF Sutadi dan Ketua Penjaringan Bacawali-Bacawawali DPC Partai Gerindra Surabaya, Bagiyon serta pengurus lainnya.

Sutadi menegaskan, kedatangan Gus Hans memang bukan untuk mendaftar tapi mengembalikan formulir pendaftaran. “Kami sudah kirim soft copy, memang kita kan bisa download (formulir) itu,” katanya.

“Ternyata Gus Hans itu orang ya itu, lebih cepat lebih baik. Yang hari ini dijadwalkan mestinya mengambil, malah sudah menyerahkan,” sambungnya.

Berarti Gerindra ada kecocokan dengan Gus Hans? “Insyaallah cocok!” tegas Sutadi. Apalagi mantan Jubir Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018 itu dipandang memiliki kompetensi dan integritas.

“Gus Hans kan cool (keren), kompetensinya saya kira sangat meyakinkan. Soal integritas, Gus Hans orang pesantren, wakil rektor, apa yang harus diragukan. Paling tidak dari dua sisi itu (kompetensi dan integritas) lengkap,” katanya.

Meski demikian, tandas Sutadi, Gus Hans tetap harus bersaing dengan para pendaftar lainnya. Setelah batas waktu pengembalian firmulir berakhir, selanjutnya Gerindra akan melakukan penyaringan lewat fit and proper test dan hasilnya dibawa ke DPP Partai Gerindra.

Logistik dan Kesiapan Tim

Sementara Gus Hans menuturkan, keputusannya maju di Pilwali Surabaya 2020 memang paling lambat dibanding kandidat lain. Hal itu karena dia butuh waktu untuk memikirkan agar setiap langkah yang dilakukan berjalan rapi.

“Pada saat mengambil (formulir pendaftaran) di partai lain pun saya paling akhir, karena pada saat itu menurut saya setiap langkah harus dihitung dengan segala konsekuensinya, baik logistik hingga kesiapan tim,” terangnya.

Selain itu, hasil survei juga menjadi pertimbangan untuk maju. “Alhamdulillah nama saya (di survei internal) sudah mulai muncul, trennya baik,” katanya.

“Kalau dalam ilmu survei tidak dalam posisi itu (sebatas persentase) kita menilai, tapi bagaimana tren dari waktu ke waktu. Kalau stabil insyaallah bisa kita teruskan,” sambungnya.

Bagaimana dengan kesiapan tim? Saat ini Gus Hans masih membiarkan para relawan dari masing-masing elemen bergerak. Termasuk alumni Ponpes Darul Ulum Jombang hingga Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya