Gerilya Suara di Perumahan, Kelana Dapat Dukungan Warga!

PILBUP SIDOARJO: Kelana (kiri) silaturahim dengan warga perumahan Deltasari, Waru, Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILBUP SIDOARJO: Kelana (kiri) silaturahim dengan warga perumahan Deltasari, Waru, Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Selama ini, warga perumahan kerap dianggap ‘cuek’ soal Pemilu — baik Pileg, Pilpres, maupun Pilkada — yang berimbas pada tingkat kehadiran mereka di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tak sebanyak mereka yang tinggal di desa maupun kampung.

Namun celah potensi suara di perumahan tetaplah besar jika bisa dimaksimalkan pasangan calon. Celah itu yang coba dimanfaatkan calon Bupati Sidoarjo nomor urut tiga, Kelana Aprilianto.

Minggu (8/11/2020) malam, misalnya. Kelana yang didampingi Ketua Tim Pemenangan, Haji Masnuh menggelar silaturahim sekaligus serap aspirasi dengan tokoh dan perwakilan warga Perumahan Deltasari, Kecamatan Waru.

Bertempat di kediaman Abah Yunus, salah seorang tokoh masyarakat Deltasari, Kelana disambut hangat warga dengan beragam latar belakang. Mulai pengusaha, akademisi, pensiunan TNI, hingga mantan kepala dinas.

Tak sebatas silaturahim, pertemuan juga diwarnai dialog dua arah dan Kelana mendapatkan banyak pertanyaan terkait visi dan misinya, termasuk beragam masukan maupun keluhan.

Adit, salah seorang warga, menanyakan terkait program tiga bulan pertama jika Kelana-Dwi Astutik terpilih memimpin Sidoarjo. Dengan penuh keyakinan, Kelana memberikan jawaban secara runut.

Menurut Kelana, pada tiga bulan awal atau 100 hari pertama kerja, dirinya akan melakukan pembenahan internal atau sistem kerja, evaluasi, mencari sumber masalah, serta menentukan target yang meliputi program serta pengolahan anggaran.

“Kami ingin mengidentifikasi semua permasalahan yang ada untuk menentukan target, dan kami akan membuat perencanaan yang terbaik sehingga kerja kami bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Adit juga memberikan masukan, jika Kelana-Astutik terpilih hendaknya menjaga harmonisasi hingga akhir periode jabatan. Sebab, kesan yang selama ini muncul, antara bupati dan wakil bupati Sidoarjo tak seirama.

Kelana pun memastikan, kehadiran pendamping perempuan, yakni Dwi Astutik justru akan membawa warna baru bagi Sidoarjo untuk menciptakan kerja sama yang lebih solid di berbagai bidang.

“Kami dalam tugas tidak akan overlapping sehingga hubungan antara bupati dan wakil bupati tetap rukun, amanah, dan harmonis. Akan ada pembagian tugas karena kami tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” paparnya.

Warga lainnya, Kolonel TNI (Pur) Sumadi berharap sekaligus memberi masukan agar Kelana bisa mengumpulkan pimpinan mulai tingkat kelurahan hingga RT/RW untuk bersama-sama membangun kota.

“Kami akan menyerap aspirasi dari seluruh masyarakat, khususnya Sidoarjo jika saya diberikan amanah,” tekad Kelana menjawab harapan Sumadi.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut, Kelana mengaku senang karena warga menaruh harapan besar padanya. Menurutnya, masukan dan diskusi bisa memberikan kontribusi positif ke depan.

“Kami sangat senang sekali mendapat informasi dan masukan untuk membangun Sidoarjo ke depan agar tidak kalah dengan Surabaya,” tandasnya.

Tak Ada Perbedaan

AKRAB DAN SANTAI: Warga perumahan Deltasari, menaruh harapan besar kepada Kelana-Astutik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
AKRAB DAN SANTAI: Warga perumahan Deltasari, menaruh harapan besar kepada Kelana-Astutik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan, Haji Masnuh menuturkan, baik warga perumahan maupun yang tinggal di desa atau kampung sebenarnya tidak ada perbedaan.

“Semuanya adalah warga, yang punya kewajiban untuk menyukseskan Pemilu, serta punya hak untuk menyalurkan aspirasi pilitiknya,” tandas tokoh yang juga ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Dardak pada Pilgub Jatim 2018 wilayah Sidoarjo tersebut.

Terlebih, pada Pilbup Sudoarjo kali ini, muncul pasangan calon yang memiliki kapasitas untuk membangun Sidoarjo lebih baik lagi, bahkan dibekali semangat Kota Delta tak boleh kalah dari capaian Surabaya.

“Sidoarjo tak bisa dibuat main-main. Tidak bisa untuk belajaran, perlu pemimpin yang siap take-off, dan itu ada Pak Kelana bersama Ibu Dwi Astutik,” tandas Masnuh.

Karena itu, Masnuh mengajak warga untuk memenangkan Kelana-Astutik agar harapan dan masukan tersebut bisa diwujudkan. “Pak Kelana sudah menerima masukan dan apa yang akan dikerjakan, ya monggo kita menangkan, siap?” kata Masnuh yang dijawab dengan kesiapan warga.

Di ujung acara, para tokoh dan warga yang hadir berfoto bersama dengan Kelana sambil menunjukkan salam tiga jari, simbol dukungan dan kesiapan memenangkan pasangan calon nomor urut tiga: Kelana-Astutik.

DOAKAN MENANG: Warga Deltasari foto bersama Kelana sambil menunjukkan tiga jari tanda dukungan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DOAKAN MENANG: Warga Deltasari foto bersama Kelana sambil menunjukkan tiga jari tanda dukungan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya