Selasa, 04 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Survei Eri-Armuji Tinggi, Risma Jadi Sasaran Politik Intimidasi!

Berita Terkait

ADA POLITIK INTIMIDASI: Hasto Kristiyanto (kanan) bersama Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
ADA POLITIK INTIMIDASI: Hasto Kristiyanto (kanan) bersama Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sebulan jelang coblosan Pilwali Surabaya 2020, Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut elektabiltas pasangan nomor urut satu, Eri Cahyadi-Armuji kian tinggi dalam survei internal PDIP: Unggul 10,2 persen atas Machfud Arifin-Mujiaman.

“Dari laporan tadi pagi, 10,2 persen, unggul!” kata Hasto usai menghadiri silaturahim Eri-Armuji dengan kalangan pebisnis Surabaya di Hotel Shangri-La, Sabtu (7/11/2020) sore.

Namun elektabilitas Eri-Armuji yang semakin tinggi, justru direspons pihak lain dengan menerapkan politik intimidasi dan salah satu sasarannya yakni tokoh PDIP yang juga Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma.

“Ada yang mengadukan Bu Risma dengan alasan yang dibuat-buat, ada yang kemudian telepon-telepon khusus mencoba memecah belah kader partai,” kata Hasto.

Karena itulah, Hasto secara khusus ditugaskan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk terus memperkuat konsolidasi serta bertemu dengan para tokoh di Surabaya.

“Sebagaimana ini menjadi komitmen dari seluruh kader partai untuk bergerak, melanjutkan keberhasilan yang sudah dilakukan oleh Ibu Risma yang ada di Surabaya ini,” tandasnya.

Namun, lanjut Hasto, masyarakat Surabaya begitu mengapresiasi kepemimpinan Risma. Kepemimpinan yang tidak pernah mengedepankan personal interest, maka ketika ada serangan muncullah pembelaan-pembelaan.

“Ketika di dalam kampanye ada serangan, ada intimidasi, itu artinya pihak sana khawatir. Sehingga digunakanlah cara-cara seperti itu,” katanya.

Dia mencontohkan Risma yang menyebut kalau Eri sebagai anaknya. “Gitu aja langsung kemudian ada proses hukum di situ (Risma dilaporkan kubu Machfud-Mujiaman) ke Polda Jatim,” ucap Hasto.

“Harusnya proses hukum itu ya mereka yang mencuri pajak rakyat, bukan hal-hal yang terkait dengan aspek elektoral,” sambungnya.

Justru berbagai intimidasi, berbagai serangan, tandas Hasto, menunjukkan kalau kepemimpinan Risma, Eri, dan Armuji, semakin diterima luas oleh publik Surabaya.

“Surabaya di bawah kepemimpinan Bu Risma menunjukkan sebuah kota yang menyebarkan aura positif dengan adanya perhatian terhadap wong cilik, terhadap lingkungan. Aura positif ini yang ingin kita lanjutkan,” tuntas Hasto.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -