Gebrakan ISNU Jatim di 2020: Seribu Kader Bersertifikat Nasional!

GEBRAKAN ISNU JATIM: Prof Mas'ud Said, target seribu kader bersertifikat nasional. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
GEBRAKAN ISNU JATIM: Prof Mas’ud Said, target seribu kader bersertifikat nasional. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim makin tancap gas di 2020. Selain gencar menguatkan jaringan organisasi dan menghidupkan cabang maupun kampus, tahun ini sedang giat-giatnya mencetak kader unggulan di berbagai bidang.

Para kader potensial tersebut, bakal disertifikasi lewat pendadaran di Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU). “Hanya dengan cara ini jamiyah (organisasi) akan kuat,” tutur Ketua ISNU Jatim, Prof Dr M Mas’ud Said kapada wartawan di Surabaya, Selasa (7/1/2020).

Sepanjang 2019, ISNU Jatim telah menggelar tiga angkatan MKNU di tiga wilayah. Angkatan pertama untuk wilayah Pantura dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat, Lamongan.

Angkatan kedua untuk wilayah Mataraman digelar di Ponpes Ulul Albab Nganjuk, dan angkatan ketiga untuk wilayah Tapal Kuda di Ponpes Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Sedangkan angkatan keempat untuk wilayah Gerbangkertasusila akan dilaksanakan di Ponpes Bhumi Sholawat Sidoarjo, akhir Januari tahun ini.

“Melihat perkembangan NU ke depan dan kondisi negara yang kian diterpa kemajuan tak terbatas, kita butuh penguatan kader unggul,” terang Prof Mas’ud.

“PW ISNU memberi instruksi kepada cabang-cabang dan pengurus PW ISNU yang belum mengikuti pengkaderan,” imbuhnya.

Tokoh yang juga Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) itupun bertekad mencetak kader berkualitas luar biasa. “Kita tak mau kompromi dengan banyaknya tantangan ke depan. ISNU akan menembus batas,” tandasnya.

Ya, sejak terpilih menjadi ketua ISNU Jatim lewat Konferwillub, 21 Juli 2018 dan dilantik pada 12 Agustus 2018, berbagai gebrakan program dilakukan sosok yang matang berjenjang di IPNU, PMII dan Lakspesdam serta yayasan sosial tersebut.

Prof Mas’ud berupaya mencetak kader unggul di empat level sekaligus, yakni mantap secara ideologis ke-Aswajaan, unggul secara profesional di keilmuan dan profesi, kuat secara sosial kemasyarakatan yang bisa menggerakkan, serta mencetak kader nasional yang berkarakter.

Tidak itu saja, ISNU Jatim juga membuat terobosan dengan menggaet kelompok milenial, kelompok muda kampus, dan kelompok pesantren berbakat.

Hal itu diwujudkan lewat sukses menyelenggarakan Duta ISNU Jatim dengan peserta tak kurang dari 600 kader muda, yang seratus di antaranya masuk camp pendadaran di Surabaya akhir tahun lalu.

“Tahun ini ISNU Jatim menggandeng BUMD dan BUMN yang peduli kader unggul, untuk bekerja sama dalam penyelenggaraan Duta ISNU 2020 pertengahan tahun ini,” katanya.

Pemimpin ‘Bertangan Dingin’

Sebelum berkiprah di ISNU Jatim, Prof Mas’ud yang mantan ketua PMII Kota Malang 1990-an dikenal bertangan dingin dalam mencetak kader dan mengendalikan beberapa organisasi sosial.

Prof Mas’ud yang basisnya akademisi bidang pemerintahan, juga mengenyam pengalaman profesionalnya di kantor Staf Khusus Presiden, Kantor Kementerian Sosial era Mensos Khofifah Indar Parawansa, serta mendorong Masjid Sabilillah Malang menjadi masjid percontohan nasional.

Menurut Mas’ud, sudah waktunya energi dicurahkan untuk menguatkan pengkaderan di segala bidang. Terlebih NU sudah punya segalanya, dan Indonesia memasuki masa dengan situasi dunia pancaroba.

“Tapi masa depan tantangannya sangat berat, maka pilihan saya adalah di bidang pengkaderan,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait ISNU Jatim