Dualisme Yayasan Masjid Sunan Ampel, Unit Usaha Ikut Disegel!

SRIBADA-MASA DISEGEL: Gus Hifni, pengawas Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
STIBADA-MASA DISEGEL: Gus Hifni, pengawas Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dualisme pengelola kawasan religi Sunan Ampel, antara Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel (YMASA) dan Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel Soerabaja (YMASAS), berujung penyegelan Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah Masjid Agung Sunan Ampel (STIBADA-MASA).

Atas penyegelan tersebut, Pengawas YMASA yang juga Direktur Lembaga Pengajaran Bahasa Arab (LPBA) MASA, Ahmad Hifni alias Gus Hifni memilih menyerahkan sepenuhnya kepada sesepuh YMASA.

“STIBADA maupun LPBA MASA itu bagian atau underbow dari Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, maka kami kembalikan bagaimana para sesepuh menyikapi hal tersebut,” kata Gus Hifni, Minggu (24/5/2020).

Terlebih para sesepuh, lanjut Gus Hifni, sejak awal menyatakan lembaga tersebut dijadikan sebagai ikhtiar untuk menambah income dalam meneruskan dakwah Sunan Ampel di bidang pendidikan.

“Sampai sekarang gedung masih digembok atau dirantai pintunya. Jika penggembokan itu adalah bagian tindakan mereka, berarti itu sudah terjadi eksekusi,” ujarnya.

Gus Hifni lantas membeber kronologi penyegelan. Sekitar setengah bulan yang lalu, muncul beberapa orang untuk memberikan semacam sosialisasi kepada pihak STIBADA-MASA.

“Orang tersebut meminta agar gedung dikosongkan, dan mengaku sebagai utusan dari Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel Soerabaja pemilik dari sertifikat Masjid Sunan Ampel,” katanya.

“Teman-teman di situ bertanya, apa yang bisa membuktikan anda bahwa itu adalah pemilik, sertifikat atau apapun,” terang Gus Hifni.

Mereka lalu menunjukkan copy dari sertifikat Masjid Ampel tahun 2003. Ternyata dalam copy surat ada stempel yang menyatakan ada peralihan dari YMASA ke YMASAS. “Itu bentuk sosialisasinya seperti itu,” imbuhnya.

Seminggu kemudian usai sosialisasi, mereka datang lagi memberikan somasi berjarak tiga hari ke depan untuk somasi kedua.

“Dengan bunyi tuntutan, bahwa akan kami kosongkan atau eksekusi. Kira-kira dalam surat itu begitu. Sampai tiga hari kemudian, betul, datang somasi kedua lalu kemarin Rabu (20/5/2020) terjadi penyegelan,” terang Gus Hifni.

“Jadi gedung pendidikan yang sementara berubah menjadi unit usaha pendidikan yang menopang income Lembaga LPBA MASA ataupun STIBADA MASA, itu disegel oleh orang yang saya kira kurang jelas bagaimana menilai orang tersebut sebagai apa,” tambahnya.

» Baca Berita Terkait Kawasan Religi Ampel