Dirut PT PWU: Lumbung Pangan Jatim Bukan Klaster Corona!

BUKAN KLASTER: Erlangga Satriagung, Lumbung Pangan Jatim bukan klaster Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BUKAN KLASTER: Erlangga Satriagung, Lumbung Pangan Jatim bukan klaster Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – 22 pegawai Lumbung Pangan Jatim terpapar virus Corona (Covid-19). Meski demikian, pihak pengelola menegaskan, lumbung yang melayani 38 kabupaten/kota di Jatim itu bukanlah klaster Covid-19.

“Kami punya keyakinan bahwa di Lumbung Pangan itu bukan klaster. Di tempat kami itu bukan sumber penyebaran,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Panca Wira Usaha (PWU) selaku pengelola Lumbung Pangan Jatim, Erlangga Satriagung, Kamis (20/8/2020).

Soal ke-22 pegawai terinfeksi Corona — sebelumnya Erlangga menyebut 21 — hal itu di luar kendali pihak pengelola lumbung, karena seluruh pegawai langsung pulang usai jam kerja.

“Lha pulang itu ngapain aja kita enggak tahu. Karena begini, kalau sumbernya itu dari Lumbung Pangan Jatim, semuanya pasti kena,” tandas Erlangga.

Karena itu, begitu ada satu pegawainya yang merasakan gejala Covid-19, Erlangga mengambil langkah cepat. “Kami langsung minta kepada Dinkes (Dinas Kesehatan) Jatim dan RSUD dr Soetomo untuk melakukan rapid test,” ucapnya.

Setelah di-rapid test, beberapa dinyatakan reaktif tapi setelah di-swab PCR (Polymerase Chain Reaction) hasilnya negatif semua. Hanya saja, dua minggu berselang, ada satu pegawai yang sakit dan diperintahkan swab ternyata positif.

Erlangga lantas meminta seluruh pegawai, sekitar 150 orang, agar di-swab. Mengapa tidak hanya yang reaktif? “Kasihan, karena kalau rapid itu reaktif belum tentu positif, tapi tidak reaktif belum tentu negatif,” katanya.

Dari 150 mengikuti swab tahap pertama, hasilnya 17 positif. Ditambah satu positif awal dan empat positif hasil swab tahap kedua, total ada 22 pegawai di Lumbung Pangan Jatim positif Covid-19.

Tak Ada Lockdown

Meski 22 pegawai terpapar Covid-19, Erlangga tetap bertekad melanjutkan Lumbung Pangan Jatim untuk melayani kepentingan masyarakat luas yang masih terdampak.

“Tetap akan kami jalankan sampai Desember, tidak ada lockdown. Memang akan terganggu sekitar tiga atau empat hari ke depan, untuk melakukan rekrutmen baru dan training,” kataya.

Erlangga juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait komoditas di Lumbung Pangan Jarim, termasuk pembelian langsung atau offline karena pegawai yang terdampak tersebut di bagian online atau daring.

“Yang kena justru tidak berhubungan dengan masyarakat pembeli. Sehingga kemarin kita dadakan, rekrut lagi, dua atau tiga hari kita latih lagi. Kami mohon maaf kepada masyarakat kalau agak terganggu,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Lumbung Pangan Jatim