Datangi PSI, Relawan Tak Mau Gus Hans ‘Ketinggalan Kereta’

KONVENSI PSI: Barisan relawan mengambilkan Gus Hans formulir penjaringan di PSI. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
KONVENSI PSI: Barisan relawan mengambilkan Gus Hans formulir penjaringan di PSI. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Desakan agar Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans maju di Pilwali Surabaya 2020 makin deras.

Setelah sejumlah sahabatnya mengambilkan formulir bakal calon wali kota (Bacawali) lewat penjaringan di Partai Nasdem, kali ini giliran gabungan relawan mendatangi kantor DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya, Jumat (4/10/2019) malam.

Gabungan relawan — terdiri dari komunitas Kopyah Ireng, Gus Hans Community, dan Pemuda Milenial (PMB) — tersebut datang dengan berkonvoi sepeda motor untuk mengambilkan Gus Hans formulir Bacawali lewat konvensi yang digelar PSI.

“Kami datang untuk bersilaturahim, sekaligus mengambil blangko pendaftaran Bacawali dari PSI untuk kami berikan ke Gus Hans,” kata Ketua Kopyeh Ireng, Achmad Zaenal Efendi di Surabaya, Sabtu (5/10/2019).

Para relawan, kata Zaenal, menghargai Gus Hans yang sangat menjaga etika berpolitik dan berpartai, sehingga memilih tidak grusa-grusu untuk membangun komunikasi lintas partai sampai benar-benar mendapat izin dari Golkar.

“Kami yakin Golkar akan mengusung beliau. Tapi setiap partai memiliki jadwal sendiri, dan ada yang sudah mulai running, maka kami berinisiatif mengambilkan formulir di PSI ini,” katanya.

Lagi pula, Golkar hanya memiliki lima kursi di DPRD Surabaya, sedangkan syarat untuk mengusung bakal calon minimal membutuhkan sepuluh kursi yang berarti Golkar harus berkoalisi.

Hal senada disampaikan Anang Sutrisno, koordinator Gus Hans Community. “Kami tidak ingin Gus Hans ‘ketinggalan kereta’ dalam proses tahapan maju sebagai bakal calon wali kota Surabaya,” katanya.

Anang percaya, jika terpilih menjadi wali kota pasca Tri Rismaharini alias Risma, Gus Hans bisa memimpin Surabaya lebih baik lagi.

Sedangkan pembina PMB, Lidya menuturkan, komunitasnya mendukung Gus Hans karena menginginkan Surabaya dipimpin sosok muda milenial yang religius serta nasionalis.

“Kami ingin pengganti Bu Risma dari kalangan muda milenial, maka kami ikut bersama-sama para senior pergerakan relawan untuk mendatangi kantor PSI. Apalagi PSI kan isinya anak muda milenial semua,” jelas Lidya.

“Kami dari PMB sangat percaya dengan Gus Hans, karena beliau mampu mewadai ide-ide positif kami. Sehingga ke depannya bila Gus Hans menjadi wali kota Surabaya bisa dipakai ide-ide tersebut,” tandasnya.

Jamin Independensi Konvensi

Sementara Ketua Panitia Konvensi PSI, Steven menyampaikan terima kasih atas kehadiran para relawan Gus Hans. “Baru kali ini PSI dikunjungi rombongan begitu banyak,” ucapnya.

Dia menegaskan, panitia konvensi menjamin independensi penilaian bakal calon dengan penilaian yang melibatkan para tokoh, akademisi, hingga pemuda.

“Jadi tidak ada intervensi dari pihak mana pun, termasuk dalam PSI sendiri,” tegas politikus yang masih berusia 21 tersebut.

» Baca Berita Terkait Gus Hans, Pilwali Surabaya