Corona Kian Meluas di Jatim: 90 Positif, 7 Meninggal, 13 Sembuh

DARI HIJAU KE MERAH: Kabupaten Pamekasan kini menyusul masuk zona merah wabah Corona. | Foto: Barometerjatim/ROY HS
DARI HIJAU KE MERAH: Kabupaten Pamekasan kini menyusul masuk zona merah wabah Corona. | Foto: Barometerjatim/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di ujung Maret 2020, virus Corona (Covid-19) kian mewabah di Jatim. Hingga Minggu (29/3/2020) sore, pasien positif mencapai 90 orang. Sementara wilayah yang bertahan di zona hijau, kini tinggal dua kabupaten.

“Dari dinamika penyebaran Covid-19, yang terkonfirmasi positif ada 90 orang di Jatim, terkonfirmasi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 336 orang, dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) 5.071 orang,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Sementara tiga wilayah yang menyusul masuk zona merah atau terjangkit, yakni Banyuwangi, Jombang dan Pemekasan. Dengan masuknya Pamekasan ke wilayah terjangkit, kini tinggal dua wilayah yang bertahan di zona hijau, yakni Kabupaten Sampang dan Sumenep.

“Ini tambahan dalam peta kita menjadi merah, karena per hari ini sudah ada yang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelas gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU tersebut.

Kabar baiknya, ada lima lagi pasien yang sembuh atau menjadi 13 dari sebelumnya delapan orang. Mereka dari Surabaya dan Malang.

“Hari ini, kami juga bersyukur ada lima orang yang tadinya positif kemudian terkonfirmasi negatif. Lima orang ini tiga dari Surabaya dan dua dari Malang,” ucapnya.

Sebaliknya, lanjut Khofifah, “Kita juga ikut berduka karena ada tiga yang meninggal. Satu dari Surabaya, satu dari Magetan dan satu dari Gresik.” Dengan demikian, total ada tujuh yang meninggal di Jatim akibat Corona.

“Dari peta ini, kita bisa melihat betapa penyebaran Covid-19 di Jatim harus mendapatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang luar biasa dari kita semua,” katanya.

Tunda Sampai Idul Adha

Di sisi lain, Khofifah juga tetap mengimbau masyarakat Jatim yang berada di Jakarta, atau para pelaku UMKM yang merantau dan terdampak, agar tetap tinggal dan tidak memaksakan diri mudik lebaran demi kebaikan bersama.

Kalaupun ingin mudik, barangkali bisa ditunda sampai dengan Idul Adha. “Mudah-mudahan badai Covid-19 cepat berlalu, Idul Adha semua wabah sudah bisa berhenti penyebarannya, dan mereka bisa menunda kepulangannya di Idul Adha,” ujarnya.

Solusi seperti ini, menurut gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut, harus disikapi dengan berbagai kesabaran dan kedisiplinan.

“Sabar dan disiplin akan menjadi kunci kita semua untuk menjaga kita terlindungi, orang lain terlindungi. Kita sehat, orang lain juga sehat,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona