Corona di Jatim Parah! 19 Daerah Tetap Siap Gelar Pilkada

PILKADA DI TENGAH PANDEMI: Pilkada serentak 2020 bakal tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. | Grafis: IST
PILKADA DI TENGAH PANDEMI: Pilkada serentak 2020 bakal tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. | Grafis: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah pandemi Corona (Covid-19) yang semakin parah — per Jumat (26/6/2020) jumlah kasus positif menembus 10.901 atau tertinggi di Indonesia — 19 daerah di Jatim tetap bersiap menggelar Pilkada serentak, 9 Desember mendatang.

Kepastian kesiapan 19 daerah tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam rapat koordinasi terkait Pilkada serentak 2020 bersama Menko Polhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian di Hotel JW Marriott, Surabaya, Jumat (26/6/2020).

Khofifah menegaskan, pihaknya mengupayakan agar selain menjamin Pilkada serentak di Jatim berlangsung aman, tertib lancar, dan damai, juga akan berjalan dengan proses disiplin protokol kesehatan.

“Saya yakin, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pesta demokrasi, Pilkada di Jatim dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan damai. Dan yang terpenting juga aman dari penyebaran Covid-19 melalui penegakan protokol kesehatan,” ujar Khofifah.

Tak hanya itu, Khofifah juga akan berupaya agar partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak di tengah pandemi tetap tinggi.

Sebagai evaluasi, partisipasi pemilih pada Pileg dan Pilpres 2019 mencapai angka 80,90 persen, jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 77,5 persen.

“Saya berharap capaian angka tersebut dapat dipertahankan pada pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Jatim, meskipun dalam situasi darurat kesehatan karena pandemi Covid-19 dimana kita harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” paparnya.

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim kemungkinan juga akan mengusulkan kepada Mendagri sebanyak delapan atau sembilan Penjabat Sementara (Pjs) kepala daerah saat masa kampanye mulai 26 September-5 Desember 2020.

“Sedangkan terhadap 10 daerah lagi tidak diperlukan Pjs, karena kepala daerah yang bersangkutan telah dua periode menjabat sebagai kepala daerah,” terang Khofifah.

Seperti diketahui, Pilkada serentak 2020 di Jatim akan diikuti 16 kabupaten dan tiga kota. Yakni Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Kediri, Lamongan, Tuban, Gresik, Mojokerto, Malang, Blitar, Sidoarjo, Sumenep, Jember, Situbondo, dan Banyuwangi, kemudian Kota Blitar, Pasuruan, dan Kota Surabaya.

» Baca Berita Terkait Pilkada 2020