Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Calon Ketua Demokrat Jatim, Pakar: AHY Jangan Salah Pilih, Emil Punya Nilai Lebih!

Berita Terkait

NILAI LEBIH: Sholih Mu’adi, nilai Emil Dardak punya nilai lebih sebagai calon ketua Demokrat Jatim. | Foto: IST
NILAI LEBIH: Sholih Mu’adi (Kiri), nilai Emil Elestianto Dardak punya nilai lebih sebagai calon ketua Demokrat Jatim. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pakar Politik, Dr Sholih Mu’adi berharap Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak salah pilih dalam menentukan ketua Demokrat Jatim.

Seperti diketahui, Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jatim di Surabaya, Kamis (20/1/2022) lalu menetapkan dua calon ketua, yakni Emil Elestianto Dardak dan Bayu Airlangga.

Menurut Sholih, ketua Demokrat Jatim harus benar-benar loyal pada AHY. Lantas siapa yang tepat untuk dipilih, Emil Dardak atau Bayu Airlangga?

Dekan FISIP Universitas Brawijaya Malang itu berpandangan, kedua calon punya jabatan sebagai pengurus (demisioner) namun ada nilai lebih yang dimiliki Emil Dardak.

Secara politik, kata Sholih, khalayak umum khususnya warga Jatim sudah mengenal Emil Dardak pernah menjabat bupati Trenggalek dan saat ini menjadi wakil gubernur Jatim.

Notabene juga diusung Partai Demokrat, tentu pengalamannya di birokrasi tidak diragukan lagi. Ditambah sosok Emil dari sisi akademisi, lulusan Oxford dan di usia belia 22 tahun sudah mendapatkan gelar doktor,” katanya, Senin (24/1/2022).

Makanya, tandas Sholih, AHY harus lebih cermat menentukan ketua Demokrat Jatim. Sebab, Jatim merupakan salah satu lumbung suara Demokrat.

“Jangan sampai pada perhelatan politik ke depan, suara Partai Demokrat di Jatim malah berkurang baik untuk DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota,” katanya.

Penting bagi AHY, lanjut Sholih, dalam menentukan orang-orang yang memimpin partai baik di tingkat provinsi (DPD) dan kabupaten/kota (DPC). “Harus benar-benar loyal terhadap Ketum AHY demi kepentingan partai,” imbuhnya.

Satu hal lagi yang perlu dicermati terkait Musda VI Demokrat Jatim yang menerapkan model baru di bawah kepemimpinan AHY, yakni hanya mengusulkan calon ketua yang mengantongi syarat minimal dukungan 20 persen pemilik suara.

Selanjutnya, nama yang diusulkan dikirim ke DPP untuk menjalani fit and proper test dan nama yang dipilih menjadi ketua ditentukan “Tim 3” terdiri dari ketua umum, Sekjen, serta ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK).

Fit and proper test untuk menentukan siapa yang layak dan pantas memimpin Partai Demokrat di Jatim, tentu ini sangat baik dengan mengutamakan kepentingan partai,” terangnya.

» Baca berita terkait Demokrat. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -