Cak Imin Khawatir Masa Depan PKB, Bukan NU

BALIK ARAH: PKB pimpinan Muhaimin Iskandar saat mengusung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2013. Kini balik arah akan mengusung Saifullah Yusuf. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Statement Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar yang membawa-bawa nama Nahdlatul Ulama (NU) di Pilgub Jatim 2018 mendapat reaksi keras dari Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad.

“Mengusung Gus Ipul sebagai bakal Cagub, lalu minta presiden agar tidak mengizinkan Khofifah bertanding melawan Gus Ipul dengan alasan agar Jatim dipimpin gubernur dari NU, sebenarnya alasan yang mengada-ada,” katanya, Sabtu (8/7).

Sadad tak berlebihan. Faktanya, kader NU tak hanya berpolitik pratis lewat PKB tapi di semua Parpol. Terlebih Gerindra meski kelahirannya tak ‘dibidani’ PBNU, pengurus dan konstituennya di Jatim mayoritas Nahdliyin (warga NU).

Baca: Sebulan ‘Belanja Parpol’, Gus Ipul Dapat Jaket dan Senyuman

Sadad sendiri, misalnya, dia warga NU tulen yang sejak kecil belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri karena lahir di tengah kompleks Ponpes tersebut. Cucu pendiri Ponpes tertua di Pasuruan itu merupakan keponakan KH Nawawi Abdul Djalil, pengasuh Ponpes Sidogiri yang kharismatik.

Dia juga tercatat sebagai anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 dari PKB, dilanjut di periode berikutnya (2009-2014) lewat PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) sebelumnya akhirnya terpilih kembali (periode 2014-2019) lewat Gerindra.

• Baca: Gerindra: Cak Imin Lihat Khofifah Penghambat Gus Ipul

Sebelumnya Cak Imin mengungkapkan dirinya sudah menyampaikan kepada presiden agar tidak mengizinkan Mensos Khofifah mengikuti kontestasi di Pilgub Jatim 2018.

“Saya sudah sampaikan ke presiden bahwa ini satu-satunya provinsi yang NU-nya sangat kuat hanya Jawa Timur. Kalau bisa Bu Khofifah tidak usah diizinkan-lah, jadi menteri saja,” ucapnya di sela acara halal bi halal di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan.