Butuh Kursi, Kenapa Suhandoyo Ogah ‘Borong’ Rekom Partai?

PILBUP LAMONGAN: Suhandoyo, tak ingin banyak mengambil Parpol di Pilbup Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILBUP LAMONGAN: Suhandoyo, tak ingin banyak mengambil Parpol di Pilbup Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Jika akhirnya diusung PDI Perjuangan, Suhandoyo masih membutuhkan minimal dua kursi lagi sebagai syarat pencalonan maju di Pilbup Lamongan 2020.

Meski demikian, kader Partai Banteng itu menegaskan tak akan terlalu banyak alias ‘memborong’ rekomendasi partai untuk tiket pencalonannya. Kenapa?

“Saya yakinkan tidak akan mengambil banyak partai, agar di kemudian hari tangung jawab saya memimpin dan membesarkan setiap Parpol itu tentu tidak terlalu berat,” tuturnya usai mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan Partai Gerindra, Rabu (6/11/2019).

Namun Suhandoyo akan tetap mendaftar ke partai yang memang membuka diri, termasuk ikut penjaringan Gerindra yang memiliki empat kursi di DPRD Lamongan.

“Saya terima kasih pada Gerindra yang betul-betul membuka ruang kepada publik, kepada masyarakat. Ini membuka sedapat mungkin, yaitu anak-anak bangsa yang potensial untuk mendaftarkan diri sebagai pemimpin di Lamongan,” paparnya.

Sebelumnya, selain mendaftar di PDIP (8 kursi), Suhandoyo juga ikut penjaringan di Nasdem (1 kursi). Upaya ini dilakukan, agar kegagalannya maju di Pilbup Lamongan 2015 tidak terulang.

Kala itu dia bersiap maju bersama Abdul Ghofur (PKB). Namun pasangan “Surgo” ini gagal mendapatkan tiket lantaran modal kursi PDIP tak mencukupi, sementara PKB memberikan rekomendasinya untuk pasangan Fadeli-Kartika Hidayati (Fakta).

Alhasil, Suhandoyo-Ghofur gagal ikut kontestasi, karena rekomendasi semua Parpol diborong Fadeli-Kartika. Pasangan Fakta pun menang mudah, mengingat yang dihadapi hanya dua pasangan dari jalur perseorangan: Mujianto-Sueb (Sae) dan Nursalim-Edy Wijaya (Jos).

» Baca Berita Terkait Pilbup Lamongan