Tak Mau Cerita 2015 Terulang, Suhandoyo Daftar di Gerindra

PILBUP LAMONGAN: Suhandoyo (tengah) ikut penjaringan Partai Gerindra. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
PILBUP LAMONGAN: Suhandoyo (tengah) ikut penjaringan Partai Gerindra. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Pemilihan Bupati-Wakil Bupati (Pilbup) Lamongan 2015 menjadi cerita kelam bagi kader senior PDIP yang kini mantan anggota DPRD Jatim, Suhandoyo.

Kala itu dia bersiap maju bersama Abdul Ghofur (PKB). Namun pasangan “Surgo” ini gagal mendapatkan tiket lantaran modal kursi PDIP tak mencukupi, sementara PKB memberikan rekomendasinya untuk pasangan Fadeli-Kartika Hidayati (Fakta).

Alhasil, Suhandoyo-Ghofur gagal ikut kontestasi, karena rekomendasi semua Parpol diborong Fadeli-Kartika. Pasangan Fakta pun menang mudah, mengingat yang dihadapi hanya dua pasangan dari jalur perseorangan: Mujianto-Sueb (Sae) dan Nursalim-Edy Wijaya (Jos).

Nah, tak ingin kegagalannya di Pilbup Lamongan 2015 terulang, Suhandoyo mulai gencar ‘belanja’ partai agar mendapatkan tiket maju di Pilbup Lamongan 2020. Setelah PDIP (8 kursi) dan Nasdem (1 kursi), kali ini ikut penjaringan Gerindra (4 kursi).

Rabu (6/11/2019), diantar sejumlah relawan Projo (Pro Jokowi-Ma’ruf Amin) Lamongan, Suhandoyo mengembalikan formulir serta menyerahkan berkas pendaftaran ke kantor Gerindra.

“Anda tahu enggak, bahwa PDIP itu (saat ini) hanya 8 kursi? Cukup enggak?” katanya saat ditanya wartawan terkait keputusannya ikut penjaringan Parpol besutan Prabowo Subianto tersebut.

“Peristiwa 2015 saya gagal mencalonkan, yang saya sudah yakin pasti bahwa saya menang. Karena PDI Perjuangan kurang perolehan kursinya, maka saya tentu harus melalui beberapa partai,” tandasnya.

Suhandoyo berterima kasih pada Gerindra, karena sudah membuka ruang kepada publik untuk memberi kesempatan anak-anak bangsa potensial yang mendaftarkan diri untuk maju di Pilbup Lamongan 2020.

Bagaimana dengan PDIP, apakah Suhandoyo optimis bakal mendapat rekomendasi dari Parpolnya tersebut?

“Coba dilihat kader partai yang ada di PDIP. Saya masih punya keyakinan, bahwa PDIP akan bersama-sama kita dan PDIP akan melihat terhadap kemauan rakyat,” katanya.

Bagi Suhandoyo, pemilik kedaulatan tertinggi adalah rakyat. Karena itu dia yakin, Parpol apapun kalau mau mendengarkan suara rakyat maka akan memberikan rekomendasinya.

» Baca Berita Terkait Pilbup Lamongan