BNPT: Konten Radikalisme Sasar 120 Juta Pengguna Medsos

BNPT CEGAH RADIKALISME: Boy Rafi Amar, penyebaran paham radikalisme intoleran masif di media sosial. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BNPT CEGAH RADIKALISME: Boy Rafi Amar, penyebaran paham radikalisme intoleran masif di media sosial. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar menuturkan, penyebaran paham radikalisme intoleran sangat masif dalam memanfaatkan media sosial (medsos).

Terlebih, hari ini pengguna medsos di Indonesia sudah di atas 120 juta. Artinya, para pemilik akun di berbagai platform medsos berpotensi disasar konten informasi yang bermuatan radikalisme intoleran.

“Apakah itu disebarluaskan oleh mereka yang berasal dari luar negeri atau dari dalam negeri sendiri,” katanya saat kegiatan penguatan literasi masyarakat bertajuk Ngopi Coi (Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia) di Surabaya, Rabu (21/10/2020).

Karena itu, tandas Boy Rafli, kegiatan ini adalah bagian dari upaya penyelamatan masyarakat. Jangan sampai menerima informasi yang keliru, tidak bermanfaat, maupun yang bertentangan dengan prinsip dasar nilai-nilai luhur agama.

“Termasuk bertentangan dengan ideologi negara, termasuk bertentangan dengan hukum positif yang ada di negara kita,” kata mantan wakil kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri tersebut.

Masyarakat, lanjut Boy Rafli, jangan sampai menjadi bagian objek dari penyebarluasan informasi yang berpotensi membangun mindset bahwa radikalisme intoleran itu hal yang baik dan benar.

Sebab, tanpa perlu dibahas pun, radikalisme intoleran sangat tidak cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia, yang dapat mengaktualkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dna bernegara.

“Jadi literasi ini bermanfaat untuk mencerdaskan masyarakat, untuk terhindari dari bagian pihak-pihak yang menyebarluaskan konten yang mengarah ke radikalisme intoleran,” katanya.

Bentuk Satuan Tugas

NGOPI COI: Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia di Surabaya terkait pencegahan radikalisme intoleran. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
NGOPI COI: Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia di Surabaya terkait pencegahan radikalisme intoleran. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Soal jumlah konten yang disebar di medsos, menurut Boy Rafli, jumlahnya mencapai ribuan. Sedangkan upaya menghentikan bisa bisa dilakukan dengan kontra, ada yang berujung dengan investigasi.

“Ada pula yang berujung koordinasi, di mana kita punya Kementerian Kominfo yang  memiliki otoritas untuk dapat komunikasi dengan yang memiliki platform media terkait,” katanya.

BNPT, kata Boy Rafli, bahkan telah membentuk satuan tugas hasil kerja sama dengan Kemenkominfo untuk melakukan langkah-langkah identifikasi, apakah kaitannya dengan website atau portal yang mengarah pada radikalisme intoleran.

“Tapi dari masyarakat kita, hari inilah yang kita bicarakan, agar memiliki ketahanan di bidang informasi. Masyarakat kita harapkan bisa memilah,” tandas Boy Rafli.

» Baca Berita Terkait Radikalisme