HUT RI, Eks Napi Teroris di Lamongan Ikrar Cinta NKRI

EKS NAPI TERORIS CINTA NKRI: Eks Napi teroris mengikuti upacara peringatan HUT ke-73 RI di Alun-Alun Kabupaten Lamongan, Jumat (17/8). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
EKS NAPI TERORIS CINTA NKRI: Eks Napi teroris mengikuti upacara peringatan HUT ke-73 RI di Alun-Alun Kabupaten Lamongan, Jumat (17/8). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Upacara Peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI) di Alun-Alun Kabupaten Lamongan, Jumat (17/8), menjadi momen bersejarah bagi puluhan eks narapidana (napi) teroris dan kombatan.

Mereka yang tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) Indonesia, mengucapkan ikrar setia dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, mereka menyatakan kesiapannya menjadi duta perdamaian.

Pembacaan ikrar dipimpin Yusuf Anis, warga Lamongan alumnus Akademi Militer Mujahidin Afghanistan 1991 dengan pangkat Duwon Brigmen atau setara Letnan Dua. Dia juga pernah menjadi guru dari buronan Densus 88 Mabes Polri, Nurdin M Top.

• Baca: Dendam, 9 Tahun ‘Haram’ Hormat Bendera Merah Putih

Alhamdulillah mereka mau kembali ke pangkuan ibu pertiwi,” kata Direktur YLP Indonesia, Ali Fauzi kepada awak media.

Ali Fauzi menuturkan, keikutsertaan dan pengucapan ikrar cinta NKRI pada upacara peringatan HUT RI ini adalah momen kali kedua.

Mereka dengan kesadaran sendiri mengucapkan ikrar tersebut, setelah sebelumnya menyatakan keteguhannya atau ber-afirmasi diri untuk kembali turut serta menjaga perdamaian Indonesia bersama TNI, Polri dan elemen masyarakat lainnya.

• Baca: Anak Amrozi Gemetar Kibarkan Bendera Merah Putih

“Tidak mudah mengajak mereka untuk bisa merubah mindset yang sebelumnya radikal. Perlu proses afirmasi diri dari mereka,” kata Ali Fauzi yang eks kombatan dan instruktur perakit bom Jamaah Islamiyah.

Sementara Bupati Lamongan, Fadeli mengatakan kembalinya para eks narapidana terorisme dan kombatan di Lamongan tidak lepas dari upaya deradikalisasi jajaran Polres Lamongan dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang secara intens melakukan pembinaan.