BNNP Jatim: 275 Juta Orang di Dunia Pernah Konsumsi Narkoba

DUTA ANTI NARKOBA: Bambang Priyambadha memakaikan selendang kepada Duta Anti Narkoba 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUTA ANTI NARKOBA: Bambang Priyambadha memakaikan selendang kepada Duta Anti Narkoba 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha mengakui masalah narkoba dari hari ke hari tak kunjung reda, bahkan semakin marak.

Merujuk data UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) — badan dunia yang menangani tindak pidana narkotika dan obat-obatan — pada 2018, dinyatakan bahwa dari 275 juta orang di dunia atau 5,6 persen dari penduduk dunia berusia 15-64 tahun pernah mengkonsumsi narkoba meski hanya sekali.

Sedangkan di Indonesia, berdasarkan hasil survei 2018 yang dilakukan BNN RI di 13 ibu kota provinsi — salah satunya Jatim — menghasilkan angka prevalensi yang disebut Bambang cukup memprihatinkan.

“Dan yang paling menjadi perhatian kita, bahwa sekarang ini saasarannya adalah kelompok remaja atau sering kita sebut milenial,” katanya saat menghadiri Grand Final Duta Anti Narkoba DPW Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Jatim di Royal Plaza Surabaya, Minggu (13/9/2020).

Kelompok remaja yang menjadi sasaran ini, terang Bambang, bahkan sudah menjadi permasalahan global di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

Menurutnya, hal itu menjadi peringatan bersama bahwa upaya penanganan masalah narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara masif, tapi juga harus lebih agresif khususnya bagi generasi yang terlahir di era milenial.

“Mengapa? karena generasi milenial ini dihadapkan pada kehidupan yang unik dan terbarukan, dimana internet menjadi kebutuhan pokok sehari-hari,” katanya.

Sementara dari kemajuan teknologi komunikasi yang begitu pesat, seolah-olah dunia ada dalam genggaman. Informasi apapun dan di manapun dalam waktu sekejap sudah dapat diperolehnya melalui smartphone.

Dimulai dari Keluarga

RANGKUL MILENIAL: Bambang Priyambadha (depan tengah) bersama finalis Duta Anti Narkoba 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RANGKUL MILENIAL: Bambang Priyambadha (depan tengah) bersama finalis Duta Anti Narkoba 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Bak pisau bermata dua, di satu sisi perkembangan teknologi informasi memberikan dampak positif, di sisi lain berdampak negatif. Salah satunya soal peredaran gelap narkoba melalui online dan pernah diungkap pihak kepolisian.

“Ini sangat merugikan sekali, sementara masa depan bangsa dan negara sangat bergantung pada milenial,” tandas Bambang.

Maka, membangun milenial yang terbebas dari ancaman narkoba harus dimulai dari keharmonisan lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan sebagai bentuk antisipasi atas penyalahgunaan, serta sinergi lingkungan masyarakat yang tegas dan konsisten terhadap upaya pemberantasan.

“Milenial merupakan aset bangsa dan diharapkan mampu mengantarkan menuju era Indonesia emas. Kegagalan dalam mendidik akan membawa kegagalan dalam membangun bangsa secara utuh,” ucapnya.

“Pendidikan tidak hanya diperoleh dari sekolah. Orang tua juga memiliki kewajiban mendidik anak agar bebas dari narkoba. BNN sendiri juga terus melaukan sosialisasi, terutama terhadap generasi milenial,” imbuh Bambang.

» Baca Berita Terkait Narkoba