Di Pentas Lomba, Gus Hans Doakan Dokter-Kiai Korban Corona

DUTA ANTI NARKOBA: Gus Hans dan 10 finalis Duta Anti Narkoba Jatim 2020 di Plaza Surabya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUTA ANTI NARKOBA: Gus Hans dan 10 finalis Duta Anti Narkoba Jatim 2020 di Plaza Surabya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejenak, arena Grand Final Duta Anti Narkoba Jawa Timur 2020 di lantai dasar Royal Plaza, Surabaya, Minggu (13/9/2020), berubah hening.

Dari pentas lomba, Ketua DPW Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Jatim, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans mengajak hadirin untuk menundukkan kepala, mendoakan arwah para dokter dan kiai korban virus Corona (Covid-19).

“Saya mengajak kepada kita semuanya, untuk mengheningkan cipta mendoakan arwah para dokter, para ulama yang mendahului kita karena Covid-19,” kata Gus Hans lirih.

Sambil menundukkan kepala dan berdoa, juga ditayangkan video pendek berdurasi delapan menit yang berisi pesan dari Gus Hans terkait virus mematikan tersebut.

Corona itu nyata. Ya, nyata-nyata telah merenggut nyawa orang-orang yang kita cinta, nyata-nyata telah merenggut nyawa pahlawan-pahlawan kesehatan, para dokter yang telah membela kita dengan segala keikhlasannya.

Nyata-nyata telah merenggut nyawa para ulama dan kiai-kiai kita yang kita tunggu selalu fatwa-fatwanya.

Tetap Corona juga nyata bisa dijadikan panggung bagi para politisi untuk menaikkan citra. Bahkan ada pejabat yang tidak merasa bersalah, menggunakan Corona menjadi media lomba untuk mencairkan anggaran negara.

Ya sudahlah, Corona tidak untuk diperdebatkan tapi kita hadapi bersama-sama. Untuk Pahlawanku, al fatihah!”

Selebihnya, Gus Hans bersyukur karena ajang yang sedianya digelar Juni lalu tapi tertunda akibat pandemi, bisa digelar bahkan di tempat terbuka.

Alhamdulillah dengan sangat kita antisipasi bersama, akhirnya acara ini bisa kita laksanakan di tempat terbuka, dengan pertimbangan sangat matang,” katanya.

Jangan sampai, lanjut Gus Hans, lomba ini justru membuat situasi pandemi yang belum kunjung melandai makin parah lagi. Karena itu, pelaksanaannya diantisipasi betul, termasuk hanya mengundang 10 finalis dari total 350 peserta lomba.

Ajang tersebut terasa semakin istimewa lantaran dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha; Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Kartono; Kepala BNNK Kabupaten Sidoarjo, AKBP Toni Sugiyanto; serta AKBP Yayuk dari Polda Jatim.

Narkoba di Masa Pandemi

MENGHENINGKAN CIPTA: Gus Hans tertunduk di pentas lomba, mendoakan arwah para korban Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MENGHENINGKAN CIPTA: Gus Hans tertunduk di pentas lomba, mendoakan arwah para korban Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Gus Hans menambahkan, pemilihan Duta Anti Narkoba Jatim 2020 ini sekaligus mengigatkan kepada semuanya, bahwa penyalahgunaan narkoba tak akan hilang di muka bumi sampai kapan pun, termasuk dalam situasi pandemi.

“Bukan berarti dengan pandemi para bandar, penjual, akhirnya juga ikut-ikutan (merasakan dampak) pandemi, tidak! Mereka justru menggerakkan kegiatan-kegiatannya dengan semakin masif,” katanya.

Karena itu, tandas Gus Hans, GPAN memberikan apresiasi kepada BNNP dan kepolisian karena di masa pandemi tetap melakukan penangkapan-penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba.

Kiai muda yang juga penasihat PW GP Ansor Jatim itu juga mengingatkan ancaman bahaya narkoba yang semakin nyata terhadap generasi muda.

“Maka kita tidak boleh diam, tidak boleh tidak bergerak. Dengan berbagai kemampuan yang kita punya, kita tidak boleh lengah dengan gerakan-gerakan mereka (bandar, pengedar, dan lainnya),” katanya.

Maka, ucap Gus Hans, kehadiran Duta Anti Narkoba diharapkan bisa menjadi influencer, peguat di media sosial dan seterusnya, untuk meyakinkan ramaja bahwa penyalahgunaan narkoba itu sangat bahaya.

» Baca Berita Terkait Narkoba, Gus Hans