Beredar Rekaman, Bantuan APD untuk Sapeken Diduga Dipungli!

ILUSTRASI: Petugas dengan APD lengkap saat melakukan swab antigen untuk melacak penyebaran Covid-19. | Foto: IST/DOK
ILUSTRASI: Petugas dengan APD lengkap saat melakukan swab antigen untuk melacak penyebaran Covid-19. | Foto: IST/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sebuah rekaman suara terkait indikasi pungutan liar (pungli) bantuan APD (Alat Pelindung Diri) Covid-19 di Kecamatan Sapeken, Madura, beredar di sejumlah grup WhatsApp (WA), Senin (12/7/2021).

Dalam rekaman, terdengar suara seorang pria yang diduga oknum pejabat di Kecamatan Sapeken akan menyalurkan APD bantuan dari TNI AL Komando Armada (Koarmada) II kerja sama dengan Pemprov Jatim ke setiap desa disertai syarat imbalan uang Rp 1,5 juta.

“Jadi satu desa, kami minta dukungan dana 1,5 jt, satu juta setengah, satu setengah juta,” katanya. Alasan permintaan uang, yakni untuk biaya evakuasi tenaga kesehatan (nakes) yang tempo hari terkonfirmasi positif serta transport.

Pria tersebut juga mempertanyakan kehadiran orang yang mewakili kepala desa (Kades) dalam pertemuan, termasuk apakah bisa mengambil keputusan soal dukungan anggaran Rp 1,5 juta.

“Apakah orang yang mewakili Kades ini sudah bisa bertindak sebagai Kades? Artinya dia bisa menandatangani kalau disuruh tanda tangan, dan dia bisa menyetujui ketika ada hasil musyawarah mufakat,” katanya.

Sedangkan soal dana 1,5 juta, pria tersebut minta agar ditransfer ke rekening Pj (Pejabat) Kades Sapeken yang mengetuai paguyuban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se-kecamatan Sapeken.

“Jadi silakan kontak dengan Pj dalam rangka pembayarannya,” ucapnya. Selebihnya, pria tersebut kemudian mengajak yang hadir untuk menghitung 200 ribu APD berupa masker untuk disalurkan ke-11 desa di Kecamatan Sapeken.

Sardi Hidayat dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) yang turut hadir dalam pertemuan menuturkan, pertemuan digelar pada Sabtu (10/7/2021) pukul 10.00 WIB yang diinisiasi Camat Sapeken di kantor kecamatan dengan agenda sosialisasi dan validasi bantuan dari TNI AL.

Selain JPKP, katanya, pertemuan juga dihadiri perwakilan Kades Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Saseel, Sadulang, dan Tanjung Kiaok. Hadir pula unsur Polsek, Koramil, KUA, dan Puskesmas Sapeken.

Dia juga membenarkan kalau ada permintaan uang Rp 1,5 juta terkait pembagian APD bantuan dari Koarmada II kerja sama dengan Pemprov Jatim untuk seluruh desa di Kecamatan Sapeken.

Ada tiga poin yang dicatat Sardi dalam pertemuan. Pertama, setiap desa diberikan 100 hazmat. Kedua, pungutan Rp 1,5 juta per desa dengan alasan untuk biaya transportasi mengangkut nakes yang beberapa waktu lalu positif Covid-19, kemudian untuk biaya angkut bantuan dari KRI ke GOR dan dari GOR ke kantor kecamatan.

“Tidak ada laporan terbuka terkait penggunaan pemungutan uang yang diminta,” ujar Sardi kepada Barometerjatim.com.

Bantuan dari Koarmada II-Pemprov

SERAH TERIMA APD: Berita acara serah terima penyaluran bantuan APD untuk desa di Sapeken. | Foto: IST
SERAH TERIMA APD: Berita acara serah terima penyaluran bantuan APD untuk desa di Sapeken. | Foto: IST

Menilik berita acara serah terima barang berkop Pemkab Sumenep Kecamatan Sapeken yang beredar, APD yang disalurkan tersebut memang tertulis bantuan yang berasal dari Pemprov Jatim kerja sama dengan Koarmada II untuk diserahkan ke masing-masing desa se-Kecamatan Sapeken.

Salah satu berita acara serah terima barang yang beredar, tertulis diserahkan barang material kesehatan dari Plt Camat Sapeken, Jailanni kepada Babinsa Desa Sapanjang, Kecamatan Sapeken, Budiono berupa masker kain sebanyak 19.932 lembar dan APD 100 buah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak Kecamatan Sapeken.

Sebelumnya, Selasa (6/7/2021) lalu Koarmada II bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Universitas Hang Tuah, menggelar “Serbuan Vaksinasi” kepada masyarakat maritim yang tinggal di pulau terpencil di ujung timur Pulau Madura, yakni Pulau Sapeken dengan luas wilayah 1 Km2 dan dihuni 8.500 jiwa.

Selain melakukan vaksinasi, Koarmada II juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengeliminasi informasi-informasi yang tidak benar dan meresahkan masyarakat terkait informasi vaksinasi Covid-19, serta menyerahkan bantuan APD.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona