Berburu Tiket Cagub, Gus Ipul ‘Gerilya’ di Acara Golkar

‘GERILYA’ DI ACARA GOLKAR: Saifullah Yusuf menghadiri acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Jatim di Surabaya, Sabtu (6/5). Sementara Ketum DPP Partai Golkar, Setya Novanto terlihat asyik sedang minum air putih. | Foto: Barometerjatim.com/ ENEF MADURY

SURABAYA, Barometerjatim.com – Berulang kali Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hasrat politiknya untuk maju di Pilgub Jatim 2018. Di saat yang sama, berulang kali pula dia menegaskan hingga kini belum memiliki kendaraan politik untuk maju sebagai calon gubernur (Cagub).

Gus Ipul pun terlihat ‘ngoyo’ demi mendapatkan tiket Cagub. Bahkan dia begitu rajin mendatangi acara Parpol di Jawa Timur, terlebih yang dihadiri pengurus pusat (DPP). Terakhir saat acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Jatim di Surabaya, Sabtu (6/5).

Di acara itu hadir Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov); dua tokoh senior Golkar, Akbar Tanjung dan Agung Laksono; serta sejumlah pimpinan Parpol di Jatim di antaranya Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo.

• Baca: Pengamat Mulai Ragu Gus Ipul Dapat Parpol

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan rasa percaya dirinya akan didukung Golkar. Acuannya, dalam dua kali Pilgub Jatim (2008 dan 2013), ‘Partai Beringin’ selalu mendukung pasangan Karsa (Soekarwo-Saifullah Yusuf).

Apalagi dalam pidatonya, Setnov menyatakan partainya siap mendukung bakal calon gubernur Jatim dari kader Nahdlatul Ulama (NU).

Bak dapat durian runtuh. Gus Ipul terlihat sumringah mendengar pidato Setnov dan tak ingin menyia-nyiakan peluang tersebut untuk ‘merapat’ ke Golkar agar tiket dukungan tidak jatuh ke kader NU lain.

“Oh tentu berharap begitu (dapat dukungan Golkar). Maka komunikasi terus kita lakukan, tapi selebihnya kita serahkan ke pimpinan partai,” katanya.

Hanya saja, yang perlu dicatat dan digarisbawahi, Setnov tidak menyebut secara gamblang siapa kader NU yang akan diusung Parpolnya. “Mengenai siapa figur (kader NU) yang akan kami usung, tolong dikasih kesempatan pada kami untuk berkomunikasi politik dengan partai-partai lain serta perlu dilakukan survei,” tandasnya.

Jelas, kader NU bukan hanya Gus Ipul. Masih ada kandidat lain yakni Khofifah Indar Parawansa (Mensos/Ketum PP Muslimat NU) Abdullah Azwar Anas (bupati Banyuwangi), Abdul Halim Iskandar (ketua DPRD Jatim) maupun Hasan Aminuddin (mantan bupati Probolinggo dua periode).

Apalagi kalau labelnya kader terbaik NU,  Khofifah dengan segala reputasinya lebih patut dikedepankan. Maklum, selain menjabat Mensos, dia memiliki dukungan lebih riil lewat suara warga Muslimat NU. Terebih Parpol, setahun setelah Pilgub Jatim 2018, butuh dukungan di Pileg maupun Pilpres 2019.

Pun demikian kalau dilihat dari sisi elektabilitas. Merujuk hasil survei The Initiative Institute, 26 April lalu, ternyata masyarakat Jatim lebih menginginkan Khofifah maupun Tri Rismaharini (walikota Surabaya) menjadi gubernur ketimbang Gus Ipul. (Baca: Survei Gus Ipul Tinggi, tapi untuk Posisi Wakil Gubernur)

Bisa jadi, Setnov yang belum gamblang menyebut siapa kader NU yang dimaksud, selain hal itu bagian dari strategi Parpol juga karena masih menunggu sikap Khofifah yang hingga kini masih ‘alergi’ bicara Pilgub Jatim 2018 dan memilih konsentrasi menjalankan tugas sebagai Mensos. “Khofifah belum (menyatakan) resmi maju,” kata Setnov.

Rajin ‘Jemput Bola’

JEMPUT BOLA: Saifullah Yusuf, terus menjalin komunikasi dengan Parpol untuk mendapatkan tiket Cagub di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/ ENEF MADURY

Usai acara, seolah tak ingin membuang kesempatan mencari tiket Cagub, Gus Ipul lantas ‘bergerilya’ ke sebuah ruangan di lantai dasar kantor Golkar Jatim, berkumpul dengan pimpinan sejumlah partai.

Selain Nyono Suharli Wihandoko (ketua DPD Partai Golkar Jatim), terlihat pula Ketua DPD Partai Amanat Nasional Jatim, Masfuk dan Sekretaris PDIP Jatim, Sri Untari.

Ditanya wartawan, Gus Ipul tidak mengungkapkan apakah muncul obrolan soal dukung-mendukung di dalam ruangan. Pembicaraan, katanya, hanya terkait bagaimana Pilgub di Jatim berjalan teduh dan menyejukkan nanti. “Membangun keakraban,” katanya.

Kali ini, dia juga kembali mengakui belum ada partai yang menyatakan secara resmi akan mengusung dirinya di Pilgub Jatim 2018. Tetapi dia mengaku telah lama membangun komunikasi dengan pimpinan Parpol. “Komunikasi intensif dengan semua partai terus saya lakukan,” tandasnya.

• Baca: Gus Ipul: Belum Mikir Wakil, Saya Sendiri Belum Punya Partai

Gaya jemput bola Gus Ipul ini memang bukan yang pertama. 22 Januari lalu, saat acara Pelantikan Pengurus DPW dan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) se-Jawa Timur periode 2015-2020 di Surabaya, bahkan ada moment lucu di sela acara dan jadi topik pembicaraan.

Seperti ditulis merdeka.com, Gus Ipul ‘menguntit’ Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan saat izin ke toilet. Peristiwa itu bersamaan saat Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk memberi sambutan usai proses pelantikan.

Saat Masfuk mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada undangan, pertama yang disebutnya adalah nama Gubernur Jatim, Soekarwo dan selanjutnya Gus Ipul.

“Juga tak lupa Gus Ipul, yang tadi mengantarkan Ketum (Zulkifli Hasan) untuk ke kamar kecil. Terima kasih selamat datang Gus Ipul,” kata Masfuk.

• Baca: Kades di Jatim ke Jakarta Minta Khofifah Maju Pilgub

Soekarwo yang juga berkesempatan memberi sambutan, seperti halnya Masfuk, dia juga menceritakan soal Gus Ipul yang tengah mengawal Zulkifli ke toilet.

“Pak Wagub (Gus Ipul) ya baru saja mengantar ketua umum ke toilet. Saya tidak tahu yang disampaikan ke toilet apa? Katanya Pak Masfuk, kok lama betul,” kata Soekarwo yang spontan disambut tawa hadirin.

Ger-geran hadirin makin klimaks kala Zulkifli memberi sambutannya. “Saudara-saudara, hampir 10 tahun kita mendukung Pakde Karwo dan terbukti prestasinya luar biasa. Saudara Wakil Gubernur, Gus Ipul yang saya hormati. Tadi sampai nganter saya tuh (ke toilet). Ada maksudnya?” seloroh Zulkifli.