Bagi Amanatul Ummah, Vaksin AstraZeneca Haram Mutlak!

HARAM MUTLAK!: Pondok Pesantren Amanatul Ummah hukumi vaksin AstraZeneca haram mutlak karena ada tripsin babi. | Foto: IST
HARAM MUTLAK!: Pondok Pesantren Amanatul Ummah hukumi vaksin AstraZeneca haram mutlak karena ada tripsin babi. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Soal vaksin AstraZeneca asal Inggris yang juga diproduksi di Korea Selatan, Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Mojokerto dan Surabaya berbeda dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat maupun Jatim.

“Bagi Amanatul Ummah, hukumnya vaksin AstraZeneca itu haram mutlak! Kenapa haram mutlak? Karena tidak ada dhoruroh (keadaan darurat) di Amanatul Ummah,” tegas Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim kepada wartawan di Institut KH Abdul Chalim, Mojokerto, Senin (29/3/2021).

Penegasan Kiai Asep ini sekaligus menjawab fatwa MUI pusat yang menyebut AstraZeneca meski hukumnya haram tapi boleh digunakan dengan kaidah hajat dan darurat. Bukan tahlilul haram (menghalalkan yang haram) atau tahrimul halal (mengharamkan yang halal), tapi memubahkan yang haram.

Tapi MUI pusat pun beda dengan MUI Jatim yang justru menghukumi AstraZeneca halalan tayyiban dengan argumen istihalah mutlak. Rujukannya madzhab Hanafiyah dan Malikiyah. Dianalogikan dengan perubahan anggur (suci) menjadi khamr (najis), lalu jadi cuka (suci). Kulit bangkai (najis) menjadi suci setelah disamak, juga proses istihalah.

Mengapa tidak ada darurat di Ponpes Amanatul Ummah? “Satu tahun ndak ada Corona kok, pada semua kegiatan aktif. Tapi hati-hati, kenapa kita tidak terkena, karena kita melaksanakan empat hal,” tandas Kiai Asep.

Pertama, melaksankan protokol Islam, yakni selalu menerapkan pola hidup yang bersih. “Islam itu bersih, maka jagalah kebersihan. Sesungguhnya tidak bisa masuk surga kecuali orang yang bersih,” katanya.

Kedua, makan tidak boleh kenyang karena menyebabkan sakit. Ketiga, tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak penting. Keempat, shalat malam.

Dengan melaksanakan empat hal ini, maka Amanatul Ummah, sekali lagi, diklaim Kiai Asep aman dari Covid-19. “Satu tahun penuh, tidak satu pun dari belasan ribu santri yang kena Corona,” tandasnya.

Setelah itu, lanjut Kiai Asep, baru melaksankan protokol Covid-19. “Harus pakai masker, sering cuci tangan pakai hand sanitezer itu upaya, physical distancing. Kemudian menjaga imunitas dan melakukan imanitas,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Vaksinasi Covid-19