Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Adukan Masalah Apartemen, Warga Surabaya Ini Adu Pendapat dengan Eri Cahyadi

Berita Terkait

LESEHAN DENGAR ADUHAN: Eri Cahyadi bersama warga Surabaya di acara “Sambat Nang Cak Eri”. | Foto: Barometerjatim.com/IST
LESEHAN DENGAR ADUHAN: Eri Cahyadi bersama warga Surabaya di acara “Sambat Nang Cak Eri”. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Setelah minggu lalu diliburkan karena menyambut Hari Raya Idul Adha, acara “Sambat Nang Cak Eri” kembali digelar, Sabtu (16/7/2022).

Forum sambat warga kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang digelar dengan lesehan itu sempat memanas dan gaduh lantaran salah seorang warga terlihat emosional dan suaranya meninggi saat mengadukan permasalahannya.

Warga tersebut mengadukan persoalan apartemen yang tak kunjung diserahkan ke dirinya padahal sudah membayar tagihan. Dengan sabar, Eri menyampaikan sejumlah pertanyaan untuk mengetahui dan mendalami persoalan yang diadukan.

Tak hanya emosional, warga tersebut juga sempat membacakan undang-undang yang menurutnya benar dan ada kaitannya dengan Pemkot Surabaya. Bahkan pembicaraan Eri selalu disela.

Dia terlihat ngotot menyampaikan pendapatnya dan terkesan enggan disalahkan. “Ini sudah jelas undang-undangnya Pak,” katanya dengan suara tinggi, mengajak Eri beradu pendapat.

Eri yang mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Surabaya, tentunya sangat paham dengan berbagai regulasi dan pangkal masalah dari warga tersebut. Dia pun kembali menanyakan sejumlah pertanyaan, namun lagi-lagi penjelasan dan pertanyaannya dipotong seketika.

“Pak, gantian kalau menyampaikan pendapat. Kalau sampean terus yang ngomong tidak selesai-selesai ini, kasihan warga yang lain juga nunggu untuk mendapatkan solusi,” kata Eri yang juga meninggikan suaranya.

Akhirnya, warga tersebut mau mendengar penjelasan Eri, dan saat itu pula diketahui pangkal masalah dari aduan warga tersebut. Ternyata, masalah itu antara pembeli apartemen dengan pihak pengembang dan tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan Pemkot.

“Sudah nggih, kalau njenengan belum puas, silakan diskusi lebih lanjut dengan DPRKPP (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan),” kata Eri.

“Kasihan warga yang lain nunggu juga butuh solusi. Mereka juga warga saya yang harus saya tolong juga,” imbuhnya sambil meminta warga tersebut diskusi di kantor DPRKPP.

Jembatani Pengembang-Pembeli

Seusai acara, Eri menjelaskan bahwa permasalahan warga itu sudah membayar AJB lunas, tapi sampai sekarang belum diserahkan kepada dirinya.

Sedangkan pihak pengembang apartemen ternyata hanya mengurus IMB-nya dan belum melengkapi perizinan yang lain, tapi sudah menjual apartemennya dan sudah banyak yang menempati apartemen tersebut.

“Makanya saya mohon kepada seluruh warga Surabaya, apabila mau beli apartemen harus dilihat dulu perizinannya. Kalau lengkap perizinannya baru dibeli, kalau pengembangnya hanya mengurus IMB saja, dan surat-surat perizinan lainnya belum selesai, jangan dibeli dulu,” saran Eri.

“Pengembang juga gitu, kalau belum lengkap surat-suratnya jangan dijual dan jangan minta dilunasi dulu, biar tidak terulang permasalahan ini,” tegasnya.

Soal undang-undang yang dibacakan warga tersebut, Eri memastikan dirinya sangat hafal berbagai regulasi tersebut, karena dirinya mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat. Menurutnya, di dalam regulasi yang disampaikan memang disebutkan bahwa pemerintah memiliki kewenangan untuk membina dan sebagainya.

“Lha, mau membina bagaimana wong pengembang itu hanya mengurus IMB-nya tok. Hanya mengurus izin mendirikan bangunannya saja, dan ternyata itu sudah ditempati dan sudah dilunasi,” kata Eri.

“Makanya saya bilang, ayo warga Surabaya kalau mau beli apartemen atau perumahan dilihat dulu surat-suratnya, kalau lengkap perizinannya baru beli,” sambungnya.

Meski sempat memanas dan adu pendapat, Eri menyadari kalau dia warga Surabaya yang harus dibantu juga, sehingga selaku pemerintah dia memastikan akan menjembatani persoalan tersebut.

“Nanti akan kita buat pertemuan antara pengembang dan pembeli atau warga ini, dan Pemkot sebagai penengah. Nanti akan dicarikan jalan keluarnya. Inilah yang akan saya lakukan untuk menjembatani mereka, tapi saya juga berharap persoalan ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -