Rabu, 28 September 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

9 Hari PSBB Surabaya Raya: Belum Menggembirakan!

Berita Terkait

PENJAGAAN KETAT: Check point PSBB di Jalan A Yani, pintu masuk Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SCREENING BERLAPIS: Check point PSBB di Jalan A Yani, pintu masuk Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sembilan hari sudah — sejak 28 April — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di tiga wilayah Surabaya Raya: Kota Surabaya, sebagian Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Hasilnya? “Tentang kasus confirm (positif), kalau lihat grafiknya, di tiga daerah yang dilakukan PSBB memang belum menggembirakan,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (6/5/2020) malam.

Menilik data evaluasi selama PSBB, dari hari ke hari, jumlah pasien positif Covid-19 di tiga daerah tersebut bukannya menurun tapi kian melonjak.

Per 6 Mei 2020, di Surabaya ada penambahan 17 pasien positif atau menjadi 586. Lalu Sidoarjo tambah 11 pasien menjadi 140, dan Gresik tambah 6 pasien menjadi 36.

Meski jumlah confirm ini atas pelaporan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beberapa hari sebelumnya, menurut Joni, trennya di ketiga daerah tersebut masih tetap naik.

“Kenaikan dari ketiganya ini perlu mendapat perhatian,” tandas dokter yang juga Dirut RSUD dr Soetomo, Surabaya tersebut.

Begitu pula untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjut Joni, trennya juga tidak terlalu menggembirakan, khususnya Surabaya. Tapi Sidoarjo dan Gresik untuk penambahan pasien yang dirawat day by day mulai melandai atau bahkan turun.

“Gresik memang menurun, tapi menurunnya tak sebagus Sidoarjo. Semoga saja nanti terus turun. Cuma kita harus berupaya maksimal untuk daerah Surabaya, sampai sekarang masih naik trennya,” ujarnya.

Bagaimana dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP)? Menurut Joni, ketiga daerah menunjukkan tren menurun. Tetapi sebetulnya harus lebih waspada, karena kalau PDP naik tapi ODP turun hal itu membutuhkan analisa lebih dalam.

“Kalau ODP-nya turun, PDP-nya turun, apalagi confirm-nya turun, itu sangat menggembirakan. Ini confirm-nya masih naik, PDP-nya naik tapi ODP-nya turun,” katanya.

4 Langkah Penanganan

POSITIF MASIH TINGGI: Joni Wahyuhadi, sembilan hari PSBB di Surabaya belum menggembirakan. | Foto: Barometerjatim.com/IST
POSITIF MASIH TINGGI: Joni Wahyuhadi, sembilan hari PSBB di Surabaya belum menggembirakan. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Joni menambahkan, pada prinsipnya ada empat langkah dalam penanagnan Covid-19 yang disebutnya dengan “TTIT” (Test, Treat, Isolation dan Tracing).

“Jadi kalau test-nya masif, tentu orang-orang yang di dalam confirm tambah besar. Kalau sudah tertes semuanya menurun berarti keberhasilan,” katanya.

“Ini tes-nya beum masif, tapi ODP-nya sudah mulai menurun. Ini perlu lebih analisis lebih dalam lagi,” sambungnya.

Karena itu, harapannya upaya untuk physical distancing mengalami penurunan traffic. Dengan demikian kerumunan menjadi turun, begitu pula dengan kegiatan-kegiatan di luar.

“Tentunya orang-orang di dalam pengawasan, perawatan dan confirm mestinya turun. Tapi tidak demikian fenomenanya dari tiga daerah yang kita lakukan PSBB, ya mungkin perlu upaya-upaya lebih agresif,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -