Jumat, 07 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Klaster Massal Bobol, Sadad: Khofifah Harus Perkuat Jajaran!

Berita Terkait

KLASTER MASSAL BOBOL: Anwar Sadad, kritik kinerja jajaran Gugus Tugas COvid-19 Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KLASTER MASSAL BOBOL: Anwar Sadad, kritik kinerja jajaran Gugus Tugas COvid-19 Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Beberapa kali Gugus Tugas Covid-19 Jatim ‘kecolongan’ soal ledakan klaster besar penyebaran virus Corona (Covid-19). Setelah Ponpes Al Fatah Temboro Magetan, pabrik rokok PT HM Sampoerna, disusul kemudian pabrik rokok Mustika Tulungagung.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad berpendapat, dirinya selalu berbaik sangka bahwa Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan jajaran gugus tugas dapat bekerja secara taktis dengan memanfaatkan seluruh kewenangan kebijakan dan anggaran yang ada.

“Akan tetapi kebobolan berkali-kali pada klaster-klaster massal yang harusnya dapat terdeteksi dengan akurat, menandakan gubernur harus segera mengkonsolidasikan jajarannya. Harus cepat dan tepat,” katanya di Surabaya, Rabu (6/5/2020) malam.

“Saya menilai masalah utama ada pada koordinasi di level gugus tugas. Tiap-tiap rumpun dari gugus harus terkonsolidasi dengan baik, tik tok-an gitu,” sambung politikus yang juga sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim tersebut.

Karena itu, tandas Sadad, ‘jebolnya’ rumpun ini harus dievaluasi, termasuk selama ini tracing dilakukan dengan cara apa.

“Saya dengar Kominfo sudah memperkenalkan teknologi tracing, tracking, fencing, kenapa ini tidak diaplikasikan,” kata Sadad.

“Terus chatbot Kominfo Pemprov bagaimana kabarnya? Alat itu bisa digunakan sebagai sumber informasi awal, asalkan prosedur pelaporan diinformasikan dengan jelas,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, Magetan yang semula disebut-sebut contoh sukses kabupaten dalam penanganan Covid-19, berubah menjadi klaster dengan penyebaran massal setelah 45 santri Ponpes Al Fatah Temboro asal Malaysia terjangkit Corona.

Ironisnya lagi, santri yang terjangkit Corona tersebut diumumkan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM). Pemerintah Malaysia pun mengevakuasi pulang warganya yang masih ada di Temboro.

Belum selesai Temboro, meledak klaster PT HM Sampoerna. Sampai-sampai memicu polemik antar Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya soal keterlambatan respons penanganan. Disusul kemudian klaster massal lainnya dari pabrik rokok Mustika Tulungagung.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona, DPRD Jatim

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -