43 Santri Temboro Kena Corona, Magetan dan Jatim Kecolongan?

TERJANGKIT CORONA: Kompleks Ponpes Al Fatah Temboro. Ada 43 santri asal Malaysia positif Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PANDEMI CORONA: Kompleks Ponpes Al Fatah Temboro. 43 santri asal Malaysia kena Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Malaysia umumkan 43 warganya yang nyantri di Ponpes Al Fatah Temboro positif Corona. Pemkab Magetan dan Pemprov Jatim kecolongan?

SENIN malam, 13 April 2020, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Lewat konferensi pers, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut Kabupaten Magetan bisa menjadi contoh sukses penerapan dini pencegahan virus Corona (Covid-19).

“Magetan ini sebetulnya, selain Surabaya, termasuk yang awal-awal itu cukup menonjol karena tiba-tiba dari Magetan (ada) tiga (positif Covid-19), setelah itu tambah lima, setelah itu tambah dua,” katanya.

Begitu terkonfirmasi tiga, kata Khofifah, Bupati Magetan Suprawoto langsung menerapkan isolasi mandiri. Selain itu, aktivitas yang dilakukan dalam proses pencegahan di-report secara detail.

Hasilnya, hingga tanggal itu, Magetan tinggal menyisakan satu pasien positif yang dirawat dan 26 PDP (Pasien Dalam Pemantauan). Rinciannya, dari 10 pasien, satu positif meninggal dan delapan di antaranya sembuh.

Hal itu terjadi, tutur Khofifah, karena begitu hasil tracing turun, Pemkab langsung melakukan langkah-langkah komprehensif untuk bisa melakukan isolasi terhadap kemungkinan penyebaran penularan.

“Saya rasa contoh yang cukup sukses adalah Kabupaten Magetan,” tandas gubernur perempuan perempuan pertama di Jatim yang mantan menteri sosial tersebut.

Namun tujuh hari berselang, publik — khususnya warga Jatim — berbalik dibuat kaget dengan pernyataan resmi pemerintah Malaysia.

Lewat Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM), mereka mengumumkan klaster baru orang-orang yang terjangkit Covid-19 dari pelajar Malaysia yang baru pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Temboro, Magetan.

“Sebuah klaster baru telah dideteksi di pintu masuk internasional, yaitu warga Malaysia yang pulang dari Indonesia melalui Lapangan Terbang Kuala Lumpur (KLIA) pada 16 April 2020,” ujar Direktur Jenderal Kesehatan KKM, Noor Hisham Abdullah di Kuala Lumpur.

Melanjuti pernyataan KKM, Khofifah kemudian melakukan koordinasi dengan Suprawoto. Lewat video conference, Senin (20/4/2020) malam, Suprawoto membenarkan informasi tersebut setelah melakukan koordinasi dan pengecekan dengan berbagai pihak.

Mengapa sampai ada 45 santri Temboro terjangkit Corona dan tak terdeteksi Pemkab Magetan?

Lewat video conference, Suprawoto menjelaskan, ketika Covid-19 merebak, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Ponpes yang memiliki sekitar 22 ribu santri tersebut.

Nah, saat bulan puasa, biasanya santri liburan atau pulang kampung pada 10 Ramadhan. Karena itu, Suprawoto minta liburan dipercepat dan disetujui pihak Ponpes. Langkah ini untuk mencegah penularan Covid-19 dengan menerapkan physical distancing.

Kemudian disepakati pemulangan tanggal 6 April 2020, tapi tidak sempat dilakukan rapid test karena keterbatasan alat. Sebagai gantinya, hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Sesuai dengan prosedur kesehatan yang tanpa rapid test, karena alatnya sangat terbatas,” kata Suprawoto.

Dari santri asal Malaysia yang jumlahnya sekitar 400, menurut Suprawoto, saat itu yang pulang separuh lebih dan 227 sisanya sampai sekarang masih ada di Temboro.

Karena itu, Suprawoto meminta dilakukan tracing dengan rapid test. Khofifah pun menyetujui dan mengirim 1.000 alat rapid test untuk melakukan pelacakan kluster Temboro, serta paket masker, hand sanitizer dan vitamin C.

Baru 200 Di-Rapid Test

RAPID TEST: Santri Ponpes Al Fatah Temboro. Jalani rapid test deteksi Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RAPID TEST: Santri Ponpes Al Fatah Temboro. Jalani rapid test deteksi Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Lantas, bagaimana dengan hasil rapid test terhadap santri Temboro? Hingga Selasa (21/4/2020) kemarin, dari 1.000 alat rapid test baru 200-an yang digunakan.

“Hari ini memang belum tuntas, baru mencapai 200 lebih yang kami periksa. Insyaallah besok (hari ini) akan kami teruskan lagi bersama tim yang ada di sana,” terang Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso.

Kohar menambahkan, pihaknya juga men-tracing santri yang sebelumnya melakukan kontak erat dengan 43 santri positif Corona yang sudah pulang ke Malaysia, namun sejauh ini tak ada santri yang sakit.

“Seperti berita yang ada, ada sejumlah santri pulang ke Malaysia terindikasi positif. Kemudian kami tarik ke belakang dari mana itu, dari pondok Temboro, maka kontak eratnya kami cek,” katanya.

“Kemudian yang sakit alhamdulillah tidak ada. Kalau ada nanti di swab. ODP juga kita rapid test, nanti akan kita lihat reaktif atau tidak, kalau reaktif kita lanjutkan dengan swab,” imbuhnya.

Sedangkan untuk santri yang non reaktif akan dilakukan isolasi. “Santri yang kontak erat juga akan diberi penanganan khusus,” jelas Kohar.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona