Warga di Lamongan Blokade Jalan Gunakan Keranda Mayat

KERANDA MAYAT: Warga di lingkungan Gilang, Kelurahan Babat, Lamongan, menutup akses jalan dengan keranda mayat dan menanami pohon pisang, Minggu (12/8). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
KERANDA MAYAT: Warga di lingkungan Gilang, Kelurahan Babat, Lamongan, menutup akses jalan dengan keranda mayat, Minggu (12/8). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Lagi-lagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan yang dipimpin duet Bupati Fadeli dan Wabup Kartika Hidayati, dituding abai dengan pelayanan terhadap warganya.

Setelah warga Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, mengeluhkan roda pemerintahan desa macet akibat Kades mereka yang tersangkut korupsi, Trimo Hadi Saputro tak diberhentikan sementara, kini giliran warga Kelurahan Babat berontak.

Ya, warga di lingkungan Gilang, Kelurahan Babat, Kabupaten Lamongan, memilih menutup akses jalan kelurahan dengan keranda mayat dan menanami pohon pisang, Minggu (12/8) dinihari. Aksi ini terpaksa dilakukan, lantaran warga tak tahan lagi dengan kondisi jalan rusak yang hingga kini tak kunjung diperbaiki Pemkab Lamongan.

• Baca: Korupsi Raskin! Kades Bulumargi Divonis 1,5 Tahun Penjara

Mereka juga menaruh beberapa poster bertuliskan aspirasi warga, mempertanyakan komitmen Pemkab yang tidak segera membangun jalan warga, di antaranya berbunyi: Piye iki Pak Fadeli kapan jalan diperbaiki, Selamat menikmati jalan penuh racun, keluargaku pingin sehat jangan dikirimi bleduk (debu, red).

Mustamar, salah seorang warga sekitar yang mengikuti aksi tutup jalan mengatakan, para warga kesal melihat jalan rusak hanya ditambal dengan pedel (batu kapur). Akibatnya, jika musim kemarau menimbulkan polusi debu yang sangat mengganggu warga sekitar.

Kekesalan warga memuncak pasca kegiatan lomba gerak jalan tingkat SD/MI se-Kecamatan Babat, Sabtu (11/08) pagi dan sore harinya tingkat SMP/MTs melintasi jalan tersebut. Polusi debu pun semakin mengganggu warga.

• Baca: Roda Pemdes Mati Suri, Pemkab Lamongan Dinilai Abai

“Itu sebabnya, warga sudah tidak tahan dan menutup jalan dengan keranda dan menanam pisang, biar pemerintah tahu kondisi jalan agar segera diperbaiki,” kata Mustamar.

Padahal lalu lintas kendaraan yang melintas di jalan ini, lanjut Mustamar, volumenya cukup tinggi dalam setiap harinya karena merupakan jalan alternatif jika jalan raya Babat mengalami kepadatan.

Sudah Dianggarkan

DITANAMI PISANG: Warga di lingkungan Gilang, Kelurahan Babat, Lamongan, menanami pohon pisang di jalan berdebu berat. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
DITANAMI POHON PISANG: Warga di lingkungan Gilang, Kelurahan Babat, Lamongan, menanami pohon pisang di jalan berdebu berat. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

Lurah Babat, Siti Aminah, sempat mendatangi warga dan memberikan penjelasan. Di hadapan warganya, dia menjelaskan jika jalan kelurahan yang dikeluhkan warga tersebut sebetulnya sudah dianggarkan dan akan dibangun tahun ini.

“Kemarin, Dinas PU Binamarga Kabupaten Lamongan sudah melakukan pengukuran di titik jalan yang rusak ini,” terangnya.

Siti juga meminta agar warga yang menyampaikan aspirasi dilakukan secara prosedur dan tetap memperhatikan kepentingan umum.

• Baca: Gerindra Pesimis Target PAD Lamongan Rp 495 M Tercapai

Setelah mendapat arahan dan janji dari lurahnya, puluhan warga yang semula menutup jalan akhirnya membubarkan diri dan membongkar kembali pohon pisang yang ditanam di tengah jalan.

Blokade jalan akhirnya dibuka, namun tidak menutup kemungkinan mereka akan melakukan aksi yang sama jika Pemkab tak kunjung memperbaiki jalan rusak berat tersebut.