Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Wabah PMK di Jatim Tak Kunjung Teratasi, Permintaan Sapi Jelang Idul Adha Turun Drastis!

Berita Terkait

SEPI PERMINTAAN: Dampak PMK, permintaan sapi jelang Idul Adha berubah sepi. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SEPI PERMINTAAN: Dampak PMK, permintaan sapi jelang Idul Adha berubah sepi. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

TUBAN, Barometerjatim.com – Jelang Idul Adha, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jatim tak kunjung teratasi. Dampaknya, permintaan sapi untuk kurban Idul Adha di sejumlah daerah turun drastis.

Salah satunya dirasakan peternak sapi asal Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Kiswadi. Menurutnya, menjelang Idul Adha biasanya permintaan sapi untuk kurban cukup banyak dan datang dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta.

Tapi sejak merebaknya wabah PMK, alih-alih mengirim ke Jakarta, permintaan sapi malah turun drastis. “Sekarang sama sekali tidak ada permintaan, turunnya drastis,” katanya, Rabu (15/6/2022).

Padahal, tandas Kiswadi, sapi yang diternaknya hampir setahun lalu kondisinya sehat. Tapi karena ramai soal PMK, tetap saja tak ada permintaan untuk kurban Idul Adha.

“Itu ada 28 ekor sapi, sehat semuanya. Saya jaga betul kesehatannya dan beli obat-obatan sendiri tidak ada bantuan dari pemerintah,” katanya.

Tak hanya permintaan yang turun drastis, harga sapi juga terjun bebas sejah PMK mewabah. Sebelum ada PMK, harga seekor sapi paling murah bisa Rp 25 juta tapi sekarang hanya sekitar Rp 15 juta.

Selain itu, untuk menjual hewan ternak di tengah wabah PMK, para peternak harus memeriksakan hewan ternaknya terlebih dahulu ke petugas kesehatan hewan.

“Prosesnya ribet, harus melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan dulu. Harus ada surat keterangan sehat juga dan itu semua harus bayar,” bebernya.

Stok di Surabaya Langka

Tak hanya di Tuban. Dampak wabah PMK juga membuat stok hewan kurban di Surabaya berubah langka. Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya berharap ada solusi mengatasi kekurangan stok tersebut.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho mengatakan saat ini RPH yang dipimpinnya sudah mendapat 65 pesanan sapi kurban dari takmir masjid dan warga setempat.

“Tapi ada juga masyarakat atau takmir masjid yang sering menanyakan ketersediaan hewan kurban,” ujarnya.

Stok hewan kurban di Surabaya menjadi langka, kata Fajar, karena beberapa daerah melakukan pengetatan lalu lintas distribusi hewan ternak. Hewan ternak yang keluar daerah harus dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.

“Kami berharap ada solusi menjelang Idul Adha ini. Mendatangkan hewan kurban dalam jumlah banyak dengan waktu yang kurang dari satu bulan ini, repot,” katanya.

» Baca berita terkait Wabah PMK. Baca juga tulisan terukur lainnya Anwar Said.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -