Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Wabah PMK di Jatim Maluas! Peternak Sapi Perah Paling Terpukul secara Ekonomi

Berita Terkait

BERUBAH TAK PRODUKTIF: Peternak sapi perah paling terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku. | Foto: IST
BERUBAH TAK PRODUKTIF: Peternak sapi perah paling terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jatim meluas. Merujuk data Dinas Peternakan (Disnak) Jatim per 5 Juni 2022, sebanyak 32.949 sapi terpapar.

Dari jumlah itu, 164 dinyatakan mati, 3.821 sembuh, dan 28.964 masih terpapar. Penyebarannya bahkan sudah menyasar 31 kabupaten/kota alias tinggal tujuh wilayah di Jatim yang bebas PMK.

Bagaimana secara ekonomi? Kepala Disnak Jatim, Indyah Aryani menuturkan peternak sapi perah paling terpukul dibandingkan peternak sapi potong. Hal itu karena selain jumlah produksinya turun, penjualan susu juga terjun bahkan harganya anjlok.

“Ini menjadi perhatian kami, karena memang terjadi lossing pada sektor perekonomian. Ini disebabkan produksi susu sapi menurun dan peternak tidak bisa setor susu sapi ke KUD,” ujarnya, Senin (13/6/2022).

Karena itu, lanjut Indyah, Disnak Jatim melakukan penanganan lebih dulu kepada sapi perah dibandingkan sapi potong.

“Untuk mengatasi gejala klinis, kami melakukan pengobatan secara sistematis. Selain itu kami juga melakukan vaksinasi, yang didahulukan adalah sapi perah baru sapi potong,” jelasnya.

Terkait susu sapi yang terpapar PMK, Indyah menjelaskan masih bisa dikonsumsi, asalkan dilakukan pasteurisasi (dipanaskan dengan suhu tinggi selama beberapa waktu) terlebih dulu. Namun sapi perah yang terpapar PMK dipastikan kesulitan memproduksi susu.

“Pada bagian puting sapi yang terkena PMK ini terdapat luka, sehingga air susunya tidak keluar. Kalaupun keluar susah sekali dan sapi mengalami kesakitan karena ada sumbatan akibat luka,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah peternak sapi perah di daerah sentral penghasil susu sapi di Jatim, memilih membuang hasil produksi hewan ternaknya karena terpapar PMK.

Mereka khawatir susu dari sapi yang terpapar PMK berdampak buruk bagi kesehatan. Di Kabupaten Ponorogo, bahkan ada peternak membuang susu selama delapan hari yang menimbulkan kerugian hingga jutaan rupiah.

» Baca berita terkait Wabah PMK. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -