Unik! Ahli Cagar Budaya Usulkan Kalisosok Jadi ‘Wisata Horor’

JADIKAN 'WISATA HOROR': Eks Penjara Kalisosok Surabaya, bangunan cagar budaya tempat para pejuang disiksa. | Foto: IST
JADIKAN ‘WISATA HOROR’: Eks Penjara Kalisosok Surabaya, bangunan cagar budaya tempat para pejuang disiksa. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tim Ahli Cagar Budaya, Prof Purnawan Basundoro menyarankan Pemkot Surabaya agar mengelola dan memanfaatkan eks Penjara Kalisosok menjadi tempat wisata.

Apalagi bangunan tersebut merupakan cagar budaya yang mempunyai nilai historis tak sedikit, ditambah kisah-kisah unik di dalamnya.

“Wisata penjara merupakan jenis wisata terbilang unik, karena selain sebagai tempat wisata yang memiliki edukasi juga memiliki kesan horor,” ujar Purnawan, Minggu (18/4/2021).

Nantinya, wisata penjara ini bisa diintegrasikan dengan wisata Kota Lama di Surabaya. Mengingat di wilayah tersebut ada Jembatan Merah dan bangunan sarat sejarah lainnya.

“Tentunya dengan adanya Wisata Penjara Kalisosok, dapat menunjang gagasan Kota Lama di Surabaya,” kata pria yang juga sejarawan Universitas Airlangga (Unair) tersebut.

Apabila ada wisata Kota Lama, lanjut Purnawan, Surabaya tidak hanya sebagai tempat transit keberangkatan wisatawan dari dan ke Bali. Wisatawan dapat pula singgah di Surabaya untuk bernostalgia nuansa Kota Pahlawan.

“Sejauh ini, Surabaya hanya dijadikan sebagai kota transit untuk para wisatawan menuju Bali. Adanya wisata Kota Lama tentunya dapat menunjukkan sisi lain dari Surabaya sebagai Kota Pahlawan,” tegas Purnawan.

Agar cagar budaya di kawasan Kota Lama terjaga, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair itu mengusulkan pembentukan Badan Pengelolaan Cagar Budaya.

Badan ini tidak perlu melibatkan banyak dinas-dinas terkait. Nantinya akan mengelola, mengembangkan dan turut menjaga kawasan cagar budaya itu sendiri.

Sedangkan untuk mengembangkan wisata Kota Lama, Purnawan mendorong pemanfaatan teknologi ke dalam skema proyek ini. Paling awal, dia mengusulkan penggunaan teknologi barcode.

“Implementasi teknologi dalam pengembangan wisata sejarah harus dioptimalkan,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Pariwisata