Tekan Gas! Penjualan Doran Gadget Naik 40% Saat Corona

BERKAH PANDEMI: Pembukaan toko kedua Doran Gadget di di Tunjungan Plaza Surabaya | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BERKAH PANDEMI: Pembukaan toko kedua Doran Gadget di Tunjungan Plaza Surabaya | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Situasi pandemi Covid-19, terlebih dengan pemberlakuan kerja dari rumah atau work from home (WFH), membuat kebutuhan piranti teknologi semakin meningkat.

Peralatan seperti headphone, webcam, earphone hingga penunjang olah raga, selama pandemi berkontribusi besar terhadap penjualan.

“Karena sekarang di zaman daring banyak orang menggunakan untuk kelas online dan juga meeting. Selama WFH sangat mempengaruhi dan itu positif bagi kita,” terang CEO Doran Gadget, Jhonny Thio Doran saat pembukaan toko di Tunjungan Plaza Surabaya, Jumat (4/12/2020) petang.

Memang, lanjut Jhonny, selama pandemi kondisi pasar secara global menurun. Namun kondisi itu tidak memberi pengaruh terhadap toko penyedia gadget miliknya, karena justru mengatrol penjualan hingga 40 persen sepanjang April hingga Mei 2020.

“Ada peningkatan penjualan sekitar 40 persen. Sejak bulan April, Mei kita ada mengalami peningkatan sampai hari ini dan mencapai titik yang belum pernah kami capai. Jadi kita all time high,” paparnya.

Menurut Jhonny, produk yang berkontribusi paling besar sepanjang 2020 di tokonya yakni aksesoris mobile phone merek JETE seperti earphone, headphone, power bank, dan charger.

Doran Gadget sendiri adalah wadah dan platform yang menyediakan semua wearable teknologi, di dalamnya selalu ada brand JETE dan DJI.

“Kebetulan untuk JETE dan DJI, dua brand ini sangat banyak dicari oleh masyarakat namun belum pernah ada di mall premium,” jelasnya.

Sedangkan gadget penunjang gaya hidup sehat terlaris adalah Garmin. “Karena orang sekarang lebih peduli pada kesehatan jadi mereka berpacu untuk membeli Garmin sebagai gadget utama mereka,” tambahnya.

Perluas Jangkauan

RAMAI PENGUNJUNG: Suasana toko kedua Doran Gadget di Tunjungan Plaza Surabaya | Foto: Barometerjatim.com/ROY HSTak hanya penjualan yang terkatrol 40 persen, untuk proyeksi hingga akhir tahun ini Jhonny optimistis bisa membukukan transaksi penjualan 50 persen lebih tinggi dari capaian tahun lalu. Selain itu juga memperluas jangkauan pasar hingga Bali, Semarang, dan Sulawesi tahun depan.

“Kita kejar terus melihat perubahan customer, secara daya beli mereka dan itu yang kami tembak. Kita di masa pandemi belajar mati-matian, kebetulan tidak melakukan pemecatan karyawan sama sekali,” jelasnya.

Soal target, Jhonny mengaku tidak ada yang khusus. Namun langkah membuka toko kedua — setelah toko pertama di WTC Surabaya — di tengah pandemi ini telah melalui persiapan yang matang.

“Justru pada saat pandemi, kita harus tekan gas. Karena banyak perusahaan lain sedang menekan rem, jadi kami bisa menyalip yang penting dengan persiapan yang matang,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Ekonomi Bisnis