Penyumbang Terbesar Ekspor, Jatim Kedua Setelah Jabar!

PELEPASAN EKSPOR: Jokowi pimpin pelepasan ekspor secara virtual yang diikuti serentak 16 provinsi. | Foto: IST
PELEPASAN EKSPOR: Jokowi pimpin pelepasan ekspor secara virtual yang diikuti serentak 16 provinsi. | Foto: IST

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Badan Pusat Statistik (BPD) mencatat, Jatim yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai provinsi penyumbang terbesar kedua ekspor Indonesia ke pasar global periode Januari-Oktober 2020.

Nilai yang dicatat Jatim yakni 16,91 miliar dolar AS atau berkontribusi 12,86 persen terhadap ekspor nasional. Sedangkan urutan pertama ditempai Jabar dengan nilai 21,54 miliar dolar AS (16,37 persen), dan Riau di peringkat tiga dengan nilai 10,86 miliar dolar AS (8,26 persen).

“Ini membuktikan, kalau Jatim mempunyai peranan signifikan bagi penerimaan devisa negara yang berasal dari kinerja perdagangan luar negeri, khususnya kinerja ekspor,” kata Khofifah usai acara Pelepasan Ekspor di Lamongan, Jumat (4/12/2020).

Pelepasan ekspor dipimpin Presiden RI,  Joko Widodo (Jokowi) secara virtual yang diikuti serentak 16 provinsi di 14 titik keberangkatan seluruh Indonesia secara hybrid dan berpusat di PT Bumi Menara Internusa, Lamongan, secara offline.

Sedangkan 13 titik lain yang mengikuti kegiatan secara virtual, yakni Takengon, Medan, Pekanbaru, Bandar Lampung, Jabodetabek, Bandung, Semarang-Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Samarinda, Makassar, Papua Barat, dan Manokwari.

Di Lamongan, selain Khofifah, pelepasan eksoor juga dihadiri Menteri Perdagangan Agus Suparmanto serta  Bupati Lamongan Fadeli.

Terkait 16,91 miliar dolar AS ekspor Jatim, merujuk data BPS, nilai ekspor nonmigas pada Oktober 2020 mencapai 1,53 miliar dolar AS atau naik 0,72 persen dibandingkan September 2020.

Sedangkan komoditi unggulan ekspornon migas Jatim meliputi tembaga, kayu dan barang dari kayu, serta lemak dan minyak hewan nabati.

“Total neraca perdagangan luar negeri Jatim selama bulan Oktober 2020,  mengalami surplus sebesar 147,43 juta dolar AS.

Karena itu, Pemprov Jatim memberikan dukungan penuh bagi industri di Jatim, baik kecil, menengah, maupun besar untuk bisa melakukan ekspor.

“Kami siap memberikan fasilitasi, baik berupa permodalan, pelatihan, hingga standarisasi,” tegas Khofifah.

Kinerja di Masa Pandemi

NAIK: Nilai ekspor pada Oktober 2020 dibandingkan dengan September 2020 dalam miliar dolar AS. | Foto: IST
NAIK: Nilai ekspor pada Oktober 2020 dibandingkan dengan September 2020 dalam miliar dolar AS. | Foto: IST

Gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu menyambut baik pelepasan ekspor, sebagai upaya untuk terus meningkatkan kinerja ekspor pada masa pandemi.

Kegiatan ini diharapkan memacu bergeraknya perekonomian, setelah menurun akibat pandemi dengan nilai ekspor 1,64 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 23,75 triliun.

“Saya mengapresiasi 133 eksportir yang pada hari ini telah melakukan pelepasan ekspor ke 24 negara. Ada 29 eksportir dari Jatim yang turut serta pada kegiatan pelepasan ekspor hari ini, dua di antaranya merupakan IKM yang melakukan ekspor perdana,” ungkapnya.

Lantas komoditi apa saja asal Jatim yang diekspor kali ini? Khofifah menyebut perhiasan emas/perak, produk perikanan dan olahannya, industri kimia, handicraft, cokelat dan olahannya, produk aluminium, kerupuk, sukun beku, sorbitol, produk kayu, tisu, pupuk, dan produk kimia.

Selain itu, terdapat pula produk yang juga diekspor pertama kali dari Jatim, yakni cerutu dari Mojokerto, dan tempat tidur sapi dari Lumajang.

“Produk-produk unggulan Jatim tersebut diekspor ke Jepang, Australia, Amerika Serikat, Uni Eropa, Korea, China, Malaysia, dan Dubai,” ujar Khofifah.

» Baca Berita Terkait Ekonomi Bisnis